Image

Selektif, Indeks MNC36 Jadi Rujukan Tepat Investor

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 20 April 2017, 17:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 04 20 278 1672619 selektif-indeks-mnc36-jadi-rujukan-tepat-investor-GFB67bUgU2.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indeks MNC36 merupakan indeks hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan MNC Group yang memberikan rekomendasi terbaik bagi para investor. MNC36 telah melalui riset mendalam dari para analis sehingga bisa menjadi acuan bagi para investor yang tidak punya waktu untuk melakukan riset lebih dalam.

"Kami menggunakan kriteria data pasar seperti kapitalisasi pasar, likuiditas dan juga dengan data laporan keuangan untuk mengetahui profitnya, serta ada juga gabungan data pasar dan data keungan," terang tim penilai MNC36 yang juga profesional bidang pasar modal dan akademisi, Roy Sembel, di Kantor MNC Financial Center, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Selain menjadi rujukan para investor, ada fleksibilitas bagi para investor untuk membeli saham melalui reksadana saham atau langsung bertransaksi di pasar modal. Dengan riset yang memiliki kredibilitas kompeten, investor hanya tinggal memilih saham yang masuk dalam kategori MNC36.

"Bisa beli dengan account sendiri atau akan dibentuk dengan ada semacam reksadana indeks. Reksadana yang mengikuti kinerja dan komposisi indeks," tambah dia.

"Ada fleksibiltas bagi investor mau beli di bursa atau mau beli di reksadananya," tambahnya.

Sejak diluncurkan tahun 2013, kinerja MNC36 terlihat cukup bergerak positif secara signifikan. Terlebih, MNC36 selalu melakukan updet terhadap list emiten selama enam bulan sekali. Emiten tersebut dipilih secara selektif melalui kriteria kuantitatif maupun kualitatif.

"Kalau dilihat dari kinerjanya hasilnya baik di atas rata indeks sejak diluncurkan tahun 2013 dan itu sudah terbukti," terangnya.

Indeks MNC36 merupakan indeks hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan MNC Group yang diluncurkan pada 28 Agustus 2013.

Komponen Indeks MNC36 terdiri dari 36 saham yang dipilih berdasarkan kriteria kapitalisasi pasar, likuiditas transaksi, dan faktor fundamental, serta akan dilakukan peninjauan berkala setiap enam bulan sekali pada bulan April dan Oktober.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini