Image

Menteri Susi Gelontorkan Rp467 Miliar Bangun 1.068 Kapal Perikanan

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 20 April 2017, 10:53 WIB
https img o okeinfo net content 2017 04 20 320 1672186 menteri susi gelontorkan rp467 miliar bangun 1 068 kapal perikanan Ein5PXrQMn jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengalokasikan Rp467 miliar untuk membangun 1.068 unit kapal bantuan perikanan tangkap.

Tak hanya itu, untuk memudahkan dan memfasilitasi nelayan memperbaiki mesin dan kapalnya disiapkan pula bengkel di 20 pelabuhan. Kapal yang akan dibangun memilikiukuranberagam, mulai kurang dari 5 Gross Ton (GT) hingga 120 GT.

Yang ter banyak adalah ukuran di bawah 5 GT sebanyak 449 unit dan 5 GT sebanyak 498 unit. Melengkapi kapal bantuan tersebut, dibangun pula alat penangkapan ikan sebanyak 2.990 paket dengan total anggaran Rp79 miliar.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Sjarief Widjaja mengatakan, pemberian bantuan sarana penangkapan ikan bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta mengoptimalkan sumber daya perikanan tangkap.

Sjarief mengakui jumlah bantuan kapal perikanan de ngan ukuran di bawah 30 GT lebih banyak dibandingkan ukur an 30 GT ke atas. Ini dilakukan untuk mem berdayakan nelayan kecil agar mampu memanfaatkan sumber daya ikan yang berlimpah.

”Ikan tidak hanya ada di tengah laut, bahkan sudah ke pinggir karena dampak kebijakan KKP tentang keberlanjutan sumber daya ikan. Kami akan memberikan pelatihan kepada nelayan-nelayan kecil agar mampu mengoperasikan kapal dan alat penangkapan ikan bantuan KKP,” ujarnya di Jakarta belum lama ini.

Sjarief menjelaskan, proses pengadaan kapal perikanan dan alat penangkapan ikan tersebut menggunakan mekanisme pelelangan umum dan e-katalog bekerja sama dengan lembaga kebijakan pengadaan barang/ jasa pemerintah (LKPP) untuk mengedepankan transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi. Proses tersebut di lakukan secara terbuka untuk semua galangan kapal nasional baik milik badan usaha milik negara (BUMN) maupun swasta dapat berpartisipasi.

Sasaran pengadaan paket bantuan kapal perikanan ini adalah terbangunnya kapal perikanan berbahan fiberglass yang laik laut, laik tangkap, dan laik simpan sesuai standar kualitas yang ditetapkan serta memperhatikan kearifan lokal dan penyerahan yang tepat waktu. Sementara kriteria kapal perikanan tersebut telah disusun desain dan spesifikasinya oleh tim desain dari kalangan profesional.

Sementara itu, KKP juga akan membenahi kapal-kapal bantuan seperti inka mina dan mina maritim yang mangkrak dengan menarik kapal-kapal tersebut, memperbaikinya dan mendistribusikan ulang dengan menggandeng mitra strategis seperti BUMN perikanan yang juga akan bekerja sama dengan koperasi-koperasi di daerah. Sjarief berharap pada tahun ini KKP bisa membantu revitalisasi 1.787 kapal bantuan sehingga tahun ini total kapal bantuan yang akan dibagikan untuk nelayan sebanyak 1.855 kapal.

”Harapannya itu semua bisa beroperasi efektif sehingga bisa mendongkrak produksi perikanan tangkap dan kesejahteraan nelayan,” ucapnya seraya menambahkan bahwa nantinya kapal-kapal tersebut akan mengisi perairan Indonesia. ”Perairan kita harus ditutup dengan kapal-kapal Indonesia untuk mengatasi illegal fishing danmenjagaperbatasan. Sabang, Natuna, Arafura, dan Marauke, Saumlakit, Sebatik, dan titik lain akan diisi kapal-kapal BUMN perikanan,” ujarnya.

Direktur Kapal dan Alat Penangkapan Ikan KKP Agus Suherman mengungkapkan, Indonesia lebih cepat dan progresif dalam hal transformasi ke teknologi kapal nelayan dibandingkan Jepang yang membutuhkan waktu 30 tahun untuk sampai pada tahapan teknologi kapal yang mapan.

”Kami lebih progresif. Paling tidak dalam 2- 3 tahun kita sudah mapan secara desain,” ujarnya.

Selain pengadaan kapal bantuan perikanan, KKP juga mendorong peningkatan kapasitas nelayan serta permodalan dengan melibatkan lembaga permodalan maupun mitra strategi lain agar bantuan kapal yang diberikan benar-benar bermanfaat, tepat guna, dan tepat sasaran.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini