Image

Polemik Freeport, Mantan Menteri ESDM Era Orde Baru : Jangan Ngotot-Ngotot

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 20 April 2017, 17:31 WIB
https img o okeinfo net content 2017 04 20 320 1672655 polemik freeport mantan menteri esdm era orde baru jangan ngotot ngotot k2f7Ihce9N jpg Foto: Feby Novalius

JAKARTA - Proses negosiasi antara pemerintah dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) terus dilakukan. Hasil terakhir yang di publikasi, pemerintah memberikan izin sementara untuk Freeport melakukan ekspor konsentrat dalam waktu 6 bulan.

Melihat polemik Freeport, Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) era orde baru atau yang dulu disebut Menteri Pertambangan dan Energi Soebroto menegaskan, Freeport harus sadar bahwa investasinya dilakukan di Indonesia. Freeport harus mengikuti aturan yang dibuat dan sifatnya wajib dijalankan.

"IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) contohnya. Pengusaha siap mengikuti peraturan pemerintah," ujarnya saat ditemui di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Pria kelahiran Solo, 19 September 1923 ini menambahkan, Freeport harus siap melepaskan izin Kontrak Karya (KK) dan ikuti IUPK. Dengan demikian Freeport harus ikut serta segala peraturan yang dibuat.

Jika pun ada pertentangan aturan yang membuat Freeport tidak terima bisa dibicarakan atau dinegosiasi kedua belah pihak.

"Jangan ngotot-ngotot kan bisa negosiasi. Negosiasi yang dilakukan sekarang kan semakin lama bertemu, maka semakin bertemu maka Freeport dan pemerintah bisa saling menguntungkan,"ujarnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini