Image

Cerita Mantan Menteri ESDM Era Orba: Freeport dan Pemerintah Dulu Harmonis

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 20 April 2017, 18:09 WIB
https img o okeinfo net content 2017 04 20 320 1672711 cerita mantan menteri esdm era orba freeport dan pemerintah dulu harmonis q0JQo8JWv5 jpg Foto: Antara

JAKARTA - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) era orde baru atau yang dulu disebut Menteri Pertambangan dan Energi Soebroto memiliki cerita baik terkait investasi PT Freeport. Di masanya memimpin dahulu, hubungan Freeport dengan pemerintah terbilang cukup harmonis.

"Seingat-ingat saya zaman dulu rasanya tidak ada masalah dengan Frepoort," ujarnya sambil berfikir kejadian sewaktu memimpin Kementerian ESDM di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Ketika itu, lanjut ceritanya, setiap aturan yang diterbitkan pemerintah, maka Freeport selalu mentaatinya. Termasuk ketika hadirnya kewajiban perusahaan tambang menggunakan izin Kontrak Karya (KK).

"Dia mau terima KK, mau terima dan melaksanakan. Pihak kita belum ada pikiran undang-undang baru. Zaman dulu adem ayam," guraunya.

Meski demikian, Soebroto mengingatkan Freeport untu sadar bahwa investasinya dilakukan di Indonesia. Artinya, Freeport harus mengikuti aturan yang dibuat dan sifatnya wajib dijalankan.

Pria kelahiran Solo, 19 September 1923 ini menambahkan, Freeport harus siap melepaskan izin Kontrak Karya (KK) dan ikuti IUPK. Dengan demikian Freeport harus ikut serta segala peraturan yang dibuat.

Jikapun ada pertentangan aturan yang membuat Freeport tidak terima bisa dibicarakan atau dinegosiasi kedua belah pihak.

"Jangan ngotot-ngotot kan bisa negosiasi. Negosiasi yang dilakukan sekarang kan semakin lama bertemu, maka semakin bertemu maka Freeport dan pemerintah bisa saling menguntungkan,"ujarnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini