Image

4 Blok PLTGU Tanjung Priok Ditargetkan Berproduksi 2019

ant, Jurnalis · Kamis 20 April 2017, 20:59 WIB
https img z okeinfo net content 2017 04 20 320 1672859 4 blok pltgu tanjung priok ditargetkan berproduksi 2019 cXjyxEPyHT jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA- Anak perusahaan PT PLN, Indonesia Power, menargetkan empat blok pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Tanjung Priok berproduksi pada pertengahan 2019.

General Manager Indonesia Power UPJP Priok Herdiyanto Soekono mengatakan seluruh blok pembangkit tersebut akan berproduksi setelah selesainya pembangunan blok keempat PLTGU Priok dengan kapasitas 850 megawatt (mw).

"Mungkin akan selesai fase pertama 'open cycle' di pertengahan tahun depan antara Mei sampai Juli 2018, sementara total blok perkiraan selesai di pertengahan 2019," kata Herdiyanto usai peluncuran Kampung Sehat di Warakas, Jakarta Utara, Kamis (20/4/2017).

Ia menjelaskan Indonesia Power yang mengelola PLTGU Tanjung Priok saat ini mengoperasikan blok 1 dan 2 dengan siklus tertutup "combine cycle" berkapasitas 1.180 mw dan blok 3 dengan total kapasitas 740 mw.

Ada pun blok PLTGU Priok ini merupakan bagian dari program percepatan penyediaan listrik pemerintah sebesar 35.000 mw. Nantinya, listrik dari PLTGU Priok akan dipasok ke wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya serta Bekasi dengan jaringan subsistem 150kv.

"Saat ini kita memasok sebagian besar ke Jakarta Utara dan Bekasi. Di Jakarta ini ada sistem 150 kv dan ada sistem 500kv dari luar Jakarta yang masuk. Kami mengoperasikan di sistem kami 150kv yaitu Jakarta Utara dan sekitarnya," kata Herdiyanto.

PLTGU Priok merupakan salah satu dari total 22 unit pembangkitan dan jasa pembangkitan yang dikelola Indonesia Power.

Seperti induk perusahaannya PT PLN (Persero) yang melakukan efisiensi sebesar Rp22,8 triliun pada kinerja 2016, Indonesia Power pun turut melakukan efisiensi dari biaya pokok produksi (BPP) Listrik sebesar Rp2 triliun pada 2017.

"Kalau kita turunkan BPP Rp2 triliun, kira-kira BPP PLTGU Priok saat ini sekitar Rp1.200 per kwh mungkin harus turun lima sampai 10% dari biaya tersebut. Program itu yang secara strategis ada di kami," kata dia.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini