Image

TREN BISNIS: Dari Kisah Bankir asal Seram sampai Investor Singapura Incar LRT Sumut

Donald Banjarnahor, Jurnalis · Jum'at 21 April 2017, 06:57 WIB
https img okeinfo net content 2017 04 20 320 1672904 tren bisnis dari kisah bankir asal seram sampai investor singapura incar lrt sumut kpiWqTrf6E jpg Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Wapres AS Mike Pence. (foto: Okezone)

JAKARTA - Mungkin banyak orang dari pulau terpencil yang memiliki cita-cita tinggi, namun hanya sedikit yang bisa mewujudkannya. Salah seorang yang berbahagia bisa mewujudkan cita-citanya adalah Sasmaya Tuhuleley yang lahir di Bula, Pulau Seram, Provinsi Maluku pada 1964.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) Michael Richard Pence di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Menurut Jokowi, terdapat beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan ini, termasuk kerjasama pada sektor perdagangan dan investasi.
Selanjutnya ada informasi dari Investor asal Singapura, SMRT International, yang menyatakan keinginannya untuk berinvestasi dalam pembangunan kereta api ringan (Light Rail Trasit/LRT) yang menghubungkan tiga daerah di Sumatera Utara, yakni Binjai, Medan dan Deliserdang. Keinginan itu disampaikan langsung oleh Principal Consultant dari SMRT International , Yeo Beng Lee, ketika bertemu Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi di Medan, Rabu (19/4/2017) malam.
Ketiga berita tersebut, menjadi berita-berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal bisnis Okezone.com. Untuk itu, kembali disajikan berita-berita tersebut secara lengkap.

JAKARTA - Mungkin banyak orang dari pulau terpencil yang memiliki cita-cita tinggi, namun hanya sedikit yang bisa mewujudkannya. Salah seorang yang berbahagia bisa mewujudkan cita-citanya adalah Sasmaya Tuhuleley yang lahir di Bula, Pulau Seram, Provinsi Maluku pada 1964.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) Michael Richard Pence di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Menurut Jokowi, terdapat beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan ini, termasuk kerjasama pada sektor perdagangan dan investasi.

Selanjutnya ada informasi dari Investor asal Singapura, SMRT International, yang menyatakan keinginannya untuk berinvestasi dalam pembangunan kereta api ringan (Light Rail Trasit/LRT) yang menghubungkan tiga daerah di Sumatera Utara, yakni Binjai, Medan dan Deliserdang. Keinginan itu disampaikan langsung oleh Principal Consultant dari SMRT International, Yeo Beng Lee, ketika bertemu Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi di Medan, Rabu (19/4/2017) malam.


Ketiga berita tersebut, menjadi berita-berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal bisnis Okezone.com. Untuk itu, kembali disajikan berita-berita tersebut secara lengkap.

Cerita Bankir Ternama dari Pulau Seram

Mungkin banyak orang dari pulau terpencil yang memiliki cita-cita tinggi, namun hanya sedikit yang bisa mewujudkannya. Salah seorang yang berbahagia bisa mewujudkan cita-citanya adalah Sasmaya Tuhuleley.

Lahir di Bula, Pulau Seram, Provinsi Maluku pada 1964, tak banyak yang bisa diharapkan Sasmaya dari tanah kelahirannya tersebut. Di Pulau Seram hanya berdiri sekolah dasar, padahal dia punya cita-cita ingin bekerja di perusahaan migas.

Karena ingin mengejar cita-citanya tersebut, Sasmaya pun merantau ke Ambon untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi yakni SMP dan SMA. “SMP saya sudah kos sendiri di Ambon, ini demi mengejar cita-cita saya untuk kerja di perusahaan migas,” jelas Sasmaya.

Nah, perjalanan cita-cita Sasmaya bekerja di perusahaan migas harus kandas, ketika mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri, dia tidak diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB), namun berhasil masuk fakultas hukum di Universitas Indonesia.

Sayangnya, ketika lulus kuliah ternyata dunia hukum saat itu bukan pekerjaan yang sesuai hati nuraninya, alhasil dia melamar ke sebuah bank. “Dunia hukum tidak cocok buat saya, jadi saya mencoba melamar ke perbankan dan ternyata memang jodohnya di situ,” tegasnya.

Kini Sasmaya telah menggeluti dunia perbankan selama lebih dari 27 tahun. Sebagai bankir, dia dikenal sebagai seorang pekerja keras dan ramah. Pengalaman yang paling berkesan sepanjang kariernya adalah ketika pada 2008 diangkat sebagai Koordinator Change Management Office (CMO) di PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Dalam periode tersebut, banyak tantangan yang dia hadapi untuk melakukan transformasi terutama dari kalangan internal. Namun, dia lega konsep perubahan yang dilakukan bersama manajemen dan timnya telah membuahkan hasil yang positif.

“Ini jadi kenangan yang tidak bisa dilakukan. Banyak tekanan tetapi bisa diatasi dan menghasilkan kinerja yang positif,” paparnya.

Sasmaya mengaku kesuksesannya saat ini tidaklah terlepas dari peran keluarga yang selalu mendukung kariernya. Selain itu, memiliki dua anak yang masih kecil merupakan obat untuk menghilangkan tekanan dan stres yang dialami.

“Keluarga tempat yang tepat dan nyaman untuk melepas lelah di kala pulang bekerja,” katanya. Bagaimana dengan hobi? Pria yang akrab disapa Pak Sas itu, senang bermain golf seminggu atau dua minggu sekali untuk berkumpul dengan teman atau pun kerabat.

Menurut dia, bermain golf sangat menyenangkan, karena suasananya yang nyaman dan tenang serta dikelilingi rumput- rumput hijau. jadi kalau mau mengambil keputusan juga gampang.

“Mungkin karena lihat rumput hijau, suasana tenang dan rileks. Dan biasanya perbincangan di lapangan kan santai, jadi kalau mau ambil keputusan juga enak,” jelasnya.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini