Image

Alasan Banyak Perusahaan Properti Belum Juga IPO

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 20 April 2017, 14:22 WIB
https img z okeinfo net content 2017 04 20 470 1672418 alasan banyak perusahaan properti belum juga ipo 8esiGZsV4d jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 35 perusahaan yang melakukan initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana. Tentunya, perusahaan di sektor properti diharapkan turut membantu pencapaian target tersebut.

"Bursa di Jakarta memang tak terlalu meningkat siginifikan tapi enggak turun juga, boleh dibilang biasa-biasa saja," kata Kepala Departemen Riset dan Konsultasi Savills Indonesia Anton Sitorus di Kantor Savills Indonesia, Kamis (20/4/2017).

Sebelumnya, ia mengatakan ada sejumlah perusahaan pengembang yang awalnya menunjukkan hendak melakukan IPO. Namun dengan kondisi fundamental ekonomi, perusahaan tersebut akhirnya menunda untuk melantai di bursa untuk melakukan penjualan sahan perdana.

"Kembali kita lihat aktivitas bursa belakangan sangat selektif. 2 tahun terakhir rencana perusahaan IPO pengembang juga seperti banyak yang akhirnya batal atau undur mengingat kondisi belum kondusif," jelasnya.

Dijelaskannya, faktor Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia turut menjadi faktor yang membuat pertumbuhan bisnis, mencakup properti tak terlalu banyak mengalami perubahan.

"Target PDB tak banyak berubah, tahun ini 5,1. Kalau kita ambil skenario moderate, pertumbuhan 5,1 boleh dibilang tak mudah. Jadi secara keseluruhan tahun ini pertumbuhan bisnis termasuk properti tidak akan banyak alami perubahan," terang Anton.

Ia pun berharap, menakar kondisi fundamental ekonomi yang saat ini masih belum terlalu positif, sektor properti masih mampu bertahan dengan kondisinya saat ini. Setidaknya walau pertumbuhanya melambat, namun tak semakin terpuruk.

"Tentu harapannya nggak lebih buruk. Untuk lebih baik memang masih kita lihat terutama (faktor) Pilkada itu," tambahnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini