Image

Permintaan Ruang Kantor Grade B dan Grade C Makin Payah

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 20 April 2017, 14:41 WIB
https img z okeinfo net content 2017 04 20 470 1672451 permintaan ruang kantor grade b dan grade c makin payah u1uYF0eJJy jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Data yang dikeluarkan Savills Indonesia mencatat, secara umum tingkat vacancy atau kekosongan ruang kantor di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta berada dikisaran 17% hingga kuartal 1 2017

Kepala Departemen Riset dan Konsultasi Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan, jika dipecah persegmentasi perkantoran, mulai dari Grade Premium, Grade A, Grade B dan Grade C, terlihat peningkatan kekosongan ruang kantor paling siginifikan ada di Grade B dan C.

"Permintaan itu masih berkutat di segmen kategori Grade A, di samping premium. Sementara Grade B dan Grade C kelihatan makin payah, selain karena harga enggak bisa naik, mungkin tenant enggak ingin lagi, karena sebagian sudah mulai tua, rusak dan sebagainya," katanya di Kantor Savills Indonesia, Kamis (20/4/2017).

"Kalau Grade C kuartal (1 2017) ini mulai naik, sekarang (tingkat vacancy) 14%, tahun lalu (2016) 10%. Grade B tahun lalu 7-7,5%, sekarang udah berada di sekitar 10 koma sekian persen," lanjutnya.

Namun, dari jika diakumulasikan dari waktu ke waktu, ia menyebut tingkat kekosongan ruang kantor Grade A merupakan yang paling tinggi, yakni mencapai 24%.

"Kalau kita lihat paling kosong grade A. Karena pasokan paling banyak juga di situ. Grade A kekosongan 24%, lalu yang Premium Grade sekarang sekitar 17%. Padahal sebelumnya kategori premium grade tingkat vacancy sangat minim sekitar 2%, sekarang ke 17%," lanjutnya.

Namun, jika dibandingkan antara tahun 2016 lalu dan kuartal pertama tahun ini, ada secercah harapan dari ruang kantor Grade Premium dan Grade A. Yang mana tingkat vacancy ada sedikit penurunan. Artinya tingkat permintaan mulai membaik meski tak signifikan.

"Yang jelas kalau tahun lalu Grade A 25% vacancy, sekarang sudah sedikit menurun. Artinya lebih bagus. Premium tahun lalu 17,5% sekarang turun ke 16%-17%," tambahnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini