Image

BEI Targetkan 10 Ribu Investor Baru di Sumbar

Agregasi Jum'at 21 April 2017, 15:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 04 21 278 1673486 bei-targetkan-10-ribu-investor-baru-di-sumbar-xeVHHqZMoj.jpg BEI. (Foto: Okezone)

BUKITTINGGI – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menargetkan pertumbuhan investor pasar modal sebanyak 10.000 investor baru di tahun 2017.

”Seiring gencarnya sosialisasi program 'Yuk Nabung Saham', kami optimistis angka tersebut dapat tercapai di samping pertumbuhan jumlah investor yang cukup baik dalam dua tahun terakhir," kata Kepala BEI Perwakilan Padang, Reza Sadat Shahmeini di Bukittinggi.

Diungkapkannya, sejak program "Yuk Nabung Saham" diluncurkan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada November 2015, jumlah investor di Sumbar menunjukkan peningkatan. Hingga akhir 2015 tercatat sekitar 5.800 investor dan pada 2016 sudah mencapai 7.400 investor.

Menurutnya, sosialisasi "Yuk Nabung Saham" dilakukan ke seluruh daerah di Sumbar agar aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat setempat dapat mengetahui manfaat dari menabung saham.

Meskipun pertumbuhan investor di Sumbar terjadi peningkatan, namun kata Reza, pemahaman masyarakat setempat terhadap pasar modal masih minim. Hal itu ditunjukkan dari masih rendahnya jumlah investor saham dibandingkan dengan jumlah penduduk provinsi setempat.

”Ada sekitar 5 juta penduduk Sumbar, namun yang tercatat ikut menjadi investor di pasar saham Indonesia hingga 2016 baru mencapai 7.400 orang lebih,” ujarnya.

Menurutnya, bila sebanyak 105 saja dari 5 juta penduduk Sumbar yang menengah ke atas ikut berinvestasi di pasar modal Indonesia, maka jumlah investor sudah mencapai 500 ribu orang. Diakuinya, potensi di Sumbar cukup besar sehingga perlu menggiatkan sosialisasi lewat program 'Yuk Nabung Saham' ini ke daerah-daerah di Sumatera Barat.

Dia menilai, masyarakat masih menganggap membeli saham sebagai sesuatu yang rumit dan membutuhkan biaya besar. Padahal perdagangan saham sudah lebih mudah dan murah di mana satu lot saham hanya 100 lembar sehingga yang bermodal kecil juga bisa ikut memiliki. Di samping itu, masyarakat juga masih mengkhawatirkan investasi bodong sehingga enggan membeli saham.

Merespons kekhawatiran soal investasi bodong, Reza menerangkan, hal pertama yang harus diperhatikan masyarakat sebelum membeli saham yaitu memperhatikan legalitas yang diatur dalam UU No. 8/1995 tentang Pasar Modal. Selanjutnya bila sudah menghimpun dana dari masyarakat, maka harus memiliki legalitas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

”Kami harap akan lebih banyak lagi masyarakat yang berinvestasi di bursa saham dari pada berbelanja barang konsumtif yang nilainya semakin menurun seiring waktu dan penggunaan. Ini berbeda dengan berinvestasi yang nilainya akan semakin baik," ungkapnya.

Dengan membeli saham perusahaan yang sudah tercatat dalam BEI, maka keuntungan perusahaan akan kembali dinikmati oleh masyarakat. Oleh karena itu, Yuk Nabung Saham menjadi pilihan tepat untuk berinvestasi. Kata Reza, menabung saham berarti menunda kenikmatan saat ini untuk keuntungan yang lebih baik di masa mendatang.

Selain melalui sosialisasi program tersebut, lanjut Reza, pihaknya menargetkan akan membentuk dua galeri investasi di Bukittinggi yaitu galeri investasi syariah di IAIN Bukittinggi dan STIE Haji Agus Salim.

Menurutnya, galeri investasi merupakan sarana yang memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di lingkungan perguruan tinggi mengenai pasar modal. Saat ini sudah terdapat sebanyak 258 galeri investasi di perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan di Sumbar sudah ada sebanyak delapan galeri investasi.”Kami menargetkan agar para ASN, akademisi dan mahasiswa serta warga kampus lain dapat menjadi investor baru," ujarnya.

Dia berharap langkah-langkah yang dilakukan dalam mengenalkan pasar modal itu dapat meningkatkan pertumbuhan investor baru di Sumbar sehingga saham dari 537 perusahaan yang sudah tercatat di BEI dimiliki oleh masyarakat.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini