Image

Holding BUMN Dinilai Terlalu Terburu-buru!

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 21 April 2017, 11:04 WIB
https img o okeinfo net content 2017 04 21 320 1673156 holding bumn dinilai terlalu terburu buru gP0MLmq5F4 jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

SLEMAN - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai terlalu terburu-buru untuk membentuk perusahaan gabungan (holding) perusahaan plat merah. Pasalnya masih ada pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki pada internal masing-masing BUMN.

Karena itu DPR pun belum satu pemikiran dengan pemerintah untuk merealisasikan holding BUMN ke depannya. Adapaun keenam holding BUMN yang rencananya akan dirampungkan tahun ini yakni, migas, tambang, perbankan dan jasa keuangan, perumahan, kontruksi dan jalan tol, serta pangan

Anggota Komisi VI Dwie Arum mengatakan, pembahasan soal holding di Komisi VI sedang panas saat ini. Menurutnya, holding BUMN semestinya dibahas jika internal masing-masing BUMN sudah bekerja dengan baik.

"Lebih baik kita menata dulu internal manajemen BUMN yang ada. Setelah baik semuanya, aset diperbaiki, hutang diperkecil, mungkin baru kita bisa ke sana (holding),"tuturnya dalam workshop ‘Sinergikan BUMN Hadir Untuk Negeri Menuju Indonesia Digdaya’ di Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (21/4/2017).

Meski demikian pemikiran pembentukan perusahaan gabung untuk memperkuat kinerja BUMN patut diapresiasi. Tapi, kata Dwie, masih ada yang perlu diperbaiki dan dipikirkan sebelum holding BUMN dibentuk.

"Saya apresiasi rencana holding ini, pasti ada tujuan baik dari kementerian. Tapi kami di parlemen melihat yang terpenting adalah perbaikan terlebih dahulu," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini