Image

Harga Turun, Permintaan Gas di Sumut Meningkat

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 21 April 2017, 11:11 WIB
https img k okeinfo net content 2017 04 21 320 1673169 harga turun permintaan gas di sumut meningkat 23705EyM0U jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

MEDAN – Permintaan gas industri di Sumatera Utara (Sumut) mulai naik sekitar 50% pascapenurunan harga gas dari USD12,22 per million metric british thermal unit (MMBTU) menjadi USD9,95 per MMBTU.

Sebelumnya, permintaan gas hanya 8 billion british thermal unit per day (BBTUD) dan beberapa pekan terakhir menjadi 12,5 BBTUD.

Kepala Penjualan PGN Area Medan Saeful Hadi mengatakan, kenaikan permintaan gas itu karena pengusaha merasa lebih leluasa menggunakan gas setelah harganya turun. Pemerintah memang menyesuaikan harga gas untuk Sumut, terhitung mundur 1 Februari 2017 menjadi USD9,95 per MMBTU.

Pemberian insentif kepada pelanggan gas di Medan berupa penyesuaian harga gas bumi itu mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) No 40/2016 tentang Harga Gas Bumi dan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 434/2017.

“Pascapenetapan harga gas itu, PGN sudah melakukan sosialisasi ke industri pada 7 April lalu. Kami perkirakan permintaan gas akan naik lagi, apalagi mendekati Ramadan dan Idul Fitri, di mana permintaan berbagai produk mengalami kenaikan,” kata Saeful di kantornya.

Meski permintaan naik, jumlah pelanggan industri masih belum bertambah dari sebanyak 45 industri skala besar. Sejak harga diturunkan, belum ada pelanggan baru yang tercatat di PGN.

Saeful menjelaskan, setelah berlakunya harga baru terhitung sejak Februari 2017, PGN juga sudah memperhitungkan besaran pembayaran pelanggan pada penggunaan Maret yang dibayarkan April ini. Dia pun berharap, PGN bisa memenuhi permintaan gas yang naik.

“Pasokan gas bumi di Medan dari tiga sumber, yaitu Pertamina EP Pangkalan Susu, PHE NSO, dan Pase Triangle,” katanya. Saat ini, selain melayani 45 industri skala besar, PGN Medan juga melayani usaha komersial hingga UKM sebanyak 489 pelanggan dan 19.734 rumah tangga.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Pemakai Gas (Apigas) Sumut Johan Brien mengatakan, penurunan harga turut menurunkan kualitas gas. Harga untuk industri tersebut berlaku untuk gas dengan kandungan kalori 22,64 m3 dalam 1 MMBTU dari sebelumnya 25,65 m3 per MMBTU. “Kami mau kualitas gas tetap baik,” pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini