Image

Baru 6 Km Ruas Tol Pejagan-Pemalang Selesai Dibeton

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 21 April 2017, 11:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 04 21 320 1673191 baru-6-km-ruas-tol-pejagan-pemalang-selesai-dibeton-ItNrh7kRX7.jpg (Foto: Koran SINDO)

SLAWI – Tol Pejagan-Pemalang seksi III dan seksi IV ditargetkan bisa dilalui pemudik H-14 Lebaran dengan kondisi sudah berupa lean concrete (LC) atau beton lapis pertama.

Meski demikian, satu bulan menjelang Ramadan, ruas jalan yang sudah berupa beton lapis pertama baru mencapai 6 kilometer (km) dari total panjang 37 km.

PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek jalan tol bebas hambatan itu‎ terus mengebut pengerjaan fisik untuk mengejar target bisa dilalui saat arus mudik. Namun, progres pengerjaan sejauh ini baru mencapai 35%.

Pengerjaan yang masih dilakukan antara lain pemasangan tiang pancang untuk fondasi konstruksi jalan elevated atau jalan layang, pemadatan tanah, dan pengecoran. “Saat ini sudah 6 kilometer yang kondisinya sudah berupa LC,” kata Koordinator Survei Tol Pejagan-Pemalang Seksi III dan IV Ali Amirudin kemarin.

Sementara untuk konstruksi jalan tol elevated (layang) juga masih belum selesai. Jalan elevated yang dibangun di Kabupaten Tegal rencananya membentang sepanjang 1,15 kilometer.

Mulai dari Desa Adiwerna, Kecamatan Adiwerna hingga Desa Pekiringan, Kecamatan Talang. “Pengerjaan jalan elevated ini yang sulit dan memakan waktu lama karena menggunakan fondasi tiang pancang,” ujar Ali. Saat dibuka untuk arus mudik, pengerjaan di seksi III (Brebes Timur-Tegal) ditargetkan sudah mencapai 70%. Sementara di seksi IV (Tegal-Pemalang) ditargetkan sudah mencapai 80%. “Fungsional bisa dibuka untuk arus mudik pada H- 10 atau H-14 Lebaran,” kata Ali.

Staf Legal PT Waskita Karya Narendra Aryo Bramastyo menyebut pengerjaan fisik tol terus dikebut dan dilakukan 24 jam. Waktu pengerjaan dibagi dalam tiga shift, yakni pagi, siang, dan malam. “Pekerjaan yang sifatnya tidak menimbulkan kebisingan dilakukan sampai pagi seperti pengecoran. Kalau pemasangan tiang pancang dibatasi sampai 10 malam agar tidak mengganggu warga sekitar,” ucapnya.

Menurut Tyo, kendala yang menghambat selama pengerjaan adalah cuaca yang tidak menentu. Meski sudah mulai memasuki musim kemarau, hujan masih kerap turun sehingga pengerjaan harus dihentikan sementara. “Tidak ada kendala selain cuaca. Kalau pembebasan lahan sudah selesai kecuali warga yang mengajukan kasasi dan keputusannya belum turun.

Itu tidak jadi kendala karena masih bisa dicarikan alternatif lain,” katanya. Pimpinan Proyek PT Pejagan- Pemalang Tol Road (PPTR) Mulya Setiawan sebelumnya mengatakan ruas seksi III dan IV ditargetkan sudah tersambung dan bisa dilalui pemudik pada H-14 Lebaran.

Saat dibuka untuk kendaraan pemudik nanti, Mulya menjelaskan kondisi jalan sudah berupa beton lapis pertama dengan tebal 10 sentimeter dan lebar 7 meter. Dengan kondisi tersebut, kendaraan tidak akan terganggu oleh debu atau badan jalan becek karena hujan. “Rambu-rambu juga akan kita pasang. Kalau lampu penerangan memang belum karena tol luar kota tidak penerangan. Mungkin penerangan hanya di beberapa titik saja,” ucapnya.

Polda Ingin Exit Tol Batang Bisa Dipakai Fungsional

Polda Jateng dan Polda Jabar mengantisipasi macet mudik Lebaran di jalur pantura dan tol dengan beberapa langkah. Di antaranya setiap 2 km antrean kendaraan di jalan tol Jabar menuju Jateng harus dikeluarkan ke jalur pantura. Kebijakan ini untuk menghindari penumpukan kendaraan sepanjang puluhan kilometer di Brebes Timur Exit (Brexit) seperti pada arus mudik balik Lebaran 2016 lalu.

“Jika panjang arus lalu lintas sudah 2 kilometer akan dialihkan ke pintu tol sebelumnya, begitu terus berturut-turut,” kata ungkap Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono usai membuka kegiatan Rapat Koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) menghadapi Lebaran 2017 di Semarang, kemarin. Condro juga mendesak Kementerian PUPR dan otoritas pengelola jalan tol untuk bisa membuka jalan tol secara fungsional hingga exit tol Gringsing, Batang hingga H-10.

Upaya ini agar kendaraan dari Brexit tidak semuanya keluar di exit tol Pekalongan. “Dipakai untuk fungsional, hanya diperuntukkan khusus kendaraan kecil, melihat kondisi aspal masih tipis. Untuk kendaraan besar tetap keluar di Brexit,” katanya. Pihaknya akan membantu beberapa peralatan dari Brimob dan Sabhara, khususnya peralatan SAR dan penerangan jalan untuk ditempatkan di ruas tol.

Hal ini mengingat penerangan masih sangat minim dan belum ada rest area. Condro meyakini untuk jalur tol tersebut tidak bisa dipaksakan untuk exit di Kota Semarang. Sebab, di wilayah Kendal masih terkendala pembebasan lahan.

Dia menyebutkan, dari Gringsing menuju Semarang terkendala pembebasan lahan di Weleri dan Kaliwungu. Condro menyebut di sana ada 14 titik yang 19 April lalu baru konsinyasi diputuskan pengadilan untuk eksekusi. “Sehingga praktis 1 bulan kurang, kalau H-10 (operasional) kan kurang. Itu sangat mepet, paling bisaland clearing. Yang penting bisa keluar exit tol Batang sudah bagus,” ucapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini