Image

Sempat Bangkrut karena Sampah, Kini Wanita Ini Raup Keuntungan Berlipat

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 21 April 2017, 11:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 04 21 320 1673197 sempat-bangkrut-karena-sampah-kini-wanita-ini-raup-keuntungan-berlipat-yaKG1B4Ch7.jpg (Foto: Koran SINDO)

JAKARTA - Permasalahan sampah seolah menjadi persoalan endemik di tengah-tengah masyarakat. Sampah sering kali dianggap sesuatu yang tidak berguna dan minim fungsi.

Namun tidak berlaku bagi Vanda Amesiana, 41. Perempuan jebolan Teknik Kimia Universitas Jenderal Achmad Yani ini justru mengolah beragam limbah sampah menjadi kerajinan tangan yang cukup menarik dan bernilai ekonomis. Dari tangan dinginnya, limbah sampah seperti kaleng bekas, tutup galon air mineral, dan limbah sampah lainnya bisa menjadi beragam cenderamata dan souvenir menarik.

Limbah itu dia sulap menjadi bros, tempat pensil, dompet, tempat tissue, pembatas buku, dan kerajinan tangan lainnya. Ditemui dalam sebuah pelatihan bertajuk Program Pemberdayaan Perempuan Pelatihan Kerajinan Daur Ulang yang digelar oleh PT Sumber Alfaria Trijaya di Rumah ALBI Batujajar, beberapa waktu lalu. Vanda menuturkan, keahliannya dalam mendaur ulang limbah sampah itu dimulai saat dia terbentur oleh susahnya mencari lapangan pekerjaan.

“Karena IPK saya rendah saya susah cari pekerjaan, akhirnya dari situ saya memulai bisnis dengan mencoba bikin-bikin kerajinan selama dua tahunan sebelum saya menikah di tahun 2007,” katanya.

Bisnis yang digelutinya itu pun tidak berjalan mulus. Bahkan setelah dua tahun berjalan atau pada 2007, bisnis yang dirintisnya sempat mengalami bangkrut karena ditipu oleh salah seorang pegawainya.

Namun, seperti gayung bersambut, dia yang memutuskan menikah pada 2007 dengan salah seorang pria yang bekerja di tempat pengolahan sampah, seolah memberi jalan baru baginya untuk memulai bisnisnya dari nol. “Dari situ saya mulai lagi membuat beberapa kerajinan dari limbah-limbah sampah,” katanya. Diakui Vanda, saat ini dia telah menciptakan 100 item lebih kerajinan tangan berbahan dasar limbah sampah yang diberinya label Giva Arts Craft.

Bertempat di Jalan Cikutra, Kompleks Citra Green Garden No 20 Kota Bandung, dari kreativitasnya itu, kini dia telah mampu memasarkan produknya melalui online ke sejumlah wilayah di Indonesia seperti Aceh, Makasar, Kendari, Papua, dan wilayah lainnya.

Meski penghasilnya masih belum begitu stabil, namun dengan pendapatan bersih setiap bulannya antara kisaran Rp2-Rp5 jutaan, diakui Vanda cukup membantu dalam menopang kebutuhan hidup sehari-hari.

“Harga setiap kerajinan yang saya bikin paling murah di kisaran Rp1.500, kalau paling mahal Rp150.000, karena itu dari bahan dasarnya paralon,” kata Vanda yang telah dikarunia dua orang anak ini.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini