Image

Tips Bebas Masalah Keuangan sejak Kuliah

Agregasi Sabtu 22 April 2017, 05:01 WIB
https img z okeinfo net content 2017 04 21 320 1673270 tips bebas masalah keuangan sejak kuliah rLE2JCzDVn jpg (Foto: Okezone)

MASA perkuliahan merupakan masa-masa emas di mana kamu mulai belajar hidup mandiri agar lebih dewasa dan siap memasuki dunia kerja. Kamu harus pandai-pandai mengatur banyak hal sendiri, termasuk keuangan. Sebagai pemula, tak jarang banyak mahasiswa yang mengalami masalah keuangan.

Bagi yang tinggal di rumah sendiri, mungkin jarang mengalami masalah keuangan. Namun bagi kamu yang merantau selama kuliah, tentu harus bijak dalam mengatur pengeluaran agar uang bulanan dari orang tua bisa mencukupi kebutuhan hidup selama satu bulan. Untuk itu, pelajari 4 hal ini agar bebas keuangan sejak masih kuliah.

1. Catat Biaya Pengeluaran Bulanan

Salah satu cara manajemen keuangan yang baik adalah mencatat semua bentuk pengeluaran selama sebulan, dari mulai yang paling kecil sampai yang paling besar. Dengan catatan ini, kamu bisa mengamati pengeluaran apa saja yang harus diprioritaskan, yang perlu dikurangi dan yang perlu dihindari. 

Agar pengeluaran lebih terjaga, rumus 50/20/30 ini bisa diterapkan. Sebesar 50 persen digunakan untuk kebutuhan utama yang paling penting seperti, biaya kost, administrasi kuliah, tugas kuliah, makan dan tagihan lainnya. Lalu 20 persen digunakan untuk melunasi utang (jika ada) dan tabungan masa depan. Sedangkan yang 30 persen sebagai kebutuhan pribadi di luar itu, misalnya sesekali liburan di luar kota, nonton bioskop, pembelian paket data, dan lain-lain.

2.Cari Biaya Kost Murah

Biaya kos menjadi salah satu masalah keuangan sebagian mahasiswa, mungkin termasuk juga kamu. Jika rumah dekat dengan kampus, maka sebaiknya kamu tinggal di rumah agar menghemat pengeluaran. Namun, bagi yang rumahnya jauh dari kampus, sewa kamar kos menjadi kebutuhan wajib.

Agar uang bulanan cukup untuk memenuhi kebutuhan, maka carilah kos yang harganya murah dan nyaman ditempati. Banyak ahli keuangan yang menyarankan agar mengeluarkan uang bulanan itu tidak lebih dari 30 persen untuk biaya kos atau kontrak rumah. Cara lain untuk berhemat adalah menyewa kamar kos berdua dengan teman sehingga biaya yang perlu dikeluarkan hanya setengah dari total biayanya.

3.Perluas Pertemanan Namun Tetap Hemat

Dengan siapa kita berteman juga menentukan bagaimana keuangan kita. Menghabiskan waktu bersama teman memang hal menyenangkan, seperti jalan-jalan, makan bareng, atau hang out ke berbagai tempat menarik. Semua itu tentu membutuhkan uang yang tidak sedikit. 

Kamu boleh saja perluas pertemananmu selama kuliah, namun sebisa mungkin kurangi dan hindari pengeluaran pertemanan yang tidak penting. Jika tidak maka dengan sekejap uang bulanan bisa terkuras habis sebelum waktunya. Sesekali saja boleh, namun jangan terlalu sering. Carilah alternatif lain seperti belajar bersama di perpustakaan, duduk bersama di taman kampus atau olahraga bersama di gelanggang olahraga milik kampus.

4.Mencari Penghasilan Tambahan

Belajar dan menimba ilmu merupakan kewajiban mahasiswa selama kuliah. Namun, masalah keuangan juga menjadi salah satu hal yang mengganggu mahasiswa dimana uang bulanannya tidak cukup memenuhi semua kebutuhan. Hal inilah yang membuat sebagian mahasiswa mencari penghasilan tambahan dengan bekerja paruh waktu.

Sekarang ini banyak sekali jenis pekerjaan paruh waktu yang bisa dikerjakan oleh mahasiswa, seperti jualan pulsa, jualan makanan/minuman ringan, reseller baju, pelayan toko dan sebagainya. Kamu boleh saja bekerja paruh waktu, namun harus tetap fokus pada kewajiban utama sebagai mahasiswa. Karena tak sedikit mahasiswa yang akhirnya mogok kuliah karena terlalu nyaman bekerja.

Sebesar apapun uang bulanan kamu, jika tidak digunakan secara bijak maka pasti tidak akan cukup untuk memenuhi segala kebutuhan selama sebulan. Begitu pula sebaliknya, sekecil apapun uang bulanan kamu, jika digunakan secara bijak pasti bisa mencukupi semua kebutuhanmu selama sebulan. Intinya, meski masalah keuangan adalah hal yang tak terduga, kita masih bisa menghindarinya dengan cara menggunakannya secara bijak. Utamakan kebutuhan yang paling penting dan sebisa mungkin hindari kebutuhan yang bukan prioritas atau yang hanya bersifat senang-senang.

(dnb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini