Image

Mau Beralih ke Keuangan Syariah? Baca Dulu Hal Ini

Agregasi Sabtu 22 April 2017, 06:01 WIB
https img k okeinfo net content 2017 04 21 320 1673307 mau beralih ke keuangan syariah baca dulu hal ini y2RNgjdTfF jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

SISTEM Syariah kini telah banyak digencarkan di kalangan masyarakat. Pada umumnya dalam hal-hal yang berkaitan dengan keuangan.

Sistem ini berlandaskan syari’at Islam meminimalisir sekecil mungkin bahkan menghindari tingkat pemungutan yang tidak diketahui asalnya atau yang disebut dengan riba.

Beberapa lembaga keuangan di Indonesia, seperti bank telah banyak mengacu pada sistem Syariah. Namun, tidak sebatas hal itu karena manajemen keuangan Syariah ini terbilang cukup luas.

Bagi Anda yang belum mengetahuinya, sangat disarankan untuk membaca hal-hal yang perlu diketahui mengenai manajemen keuangan syariah di bawah ini.

Definisi Manajemen Keuangan Syariah

Kata ‘manajemen’ berasal dari Bahasa Prancis yang artinya seni mengatur dan melaksanakan. Manajemen sendiri memiliki pengertian mengatur, mengkoordinasi, merencanakan dan mengontrol suatu sumber daya agar mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan sebelumnya secara efektif dan efisien.

Efektif berarti tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sedangkan efisien artinya tugas yang ada dilaksanakan dengan benar dan tepat, terorganisir dan menyesuaikan jadwal yang telah dibuat.

Manajemen Keuangan Syariah adalah sebuah kegiatan manajerial keuangan untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan kesesuaiannya pada prinsip-prinsip syariah dalam agama Islam.

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan Syariah

Ruang lingkup Manajemen Keuangan Syariah antara lain yaitu:

1.       Aktivitas Perolehan Dana

Usaha yang dilakukan untuk memperoleh keuangan selalu memperhatikan cara-cara yang berlandaskan Syariah, seperti mudharabah, musyarokah, murabahah, salam, istishna, ijarah, sharf dan lain-lain.

2.       Aktivitas Perolehan Aktivitas

Setiap kegiatan berupa menginvestasikan uang harus memperhatikan prinsip-prinsip “uang sebagai alat tukar bukan sebagai komoditi yang diperdagangkan”. Hal tersebut dilakukan secara langsung atau tidak langsung dengan melalui lembaga intermediasi, misalnya bank Syariah dan reksadana Syariah. (QS. Al Baqarah: 275)

3.       Aktivitas Penggunaan Dana

Hasil dari manajemen keuangan ini digunakan untuk hal-hal yang tidak dilarang, misalnya membeli barang konsumtif, mengeluarkan untuk senang-senang dan sebagainya.

Namun, digunakan untuk hal-hal baik yang dianjurkan, seperti beramal, shadaqah, waqaf atau infaq. Dan digunakan pula untuk hal-hal yang diwajibkan seperti membayar zakat. (QS. Al-Dzariyat: 19 dan QS. Al-Baqarah: 254)

Sejarah dan Latar Belakang Manajemen Keuangan Syariah

Sejarah dan latar belakang munculnya manajemen keuangan Syariah berawal dari kisah pada zaman Rasulullah SAW. Tentunya Anda yang merupakan umat Islam wajib untuk mengetahui hal tersebut.

Pada zaman Rasulullah SAW, telah ada sistem manajemen keuangan di mana beliaulah yang pertama kali memperkenalkan konsep baru ini kepada umatnya dan semua kepala negara dari berbagai negara pada kala itu. Seluruh bentuk kekayaan negara harus dikumpulkan terlebih dahulu dan selanjutnya diambil sesuai dengan kebutuhan negara.

Sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) antara lain kharaj, zakat, khumus, jizyah dan lainnya seperti kaffarah dan harta waris. Konon, tempat pengumpulan pendapatan itu disebut ‘bait al mal’ yang pada masa Rasulullah SAW terletak di Masjid Nabawi.

Pendapatan negara yang terbilang sangat sedikit disimpan di lembaga tersebut dalam jangka waktu yang pendek dan kemudian didistribusikan seluruhnya kepada masyarakat luas. Dana tersebut digunakan untuk penyebaran ajaran Islam, pendidikan dan kebudayaan.

Namun, semua pemasukan negara tidak tercatat secara sempurna karena beberapa hal, antara lain keterbatasan orang-orang yang dapat membaca, menulis dan mengenal aritmetika sederhana.

Jadi, kesimpulannya adalah manajemen keuangan Syariah ini telah ada sejak zaman Rasulullah SAW.

Bagaimana Kondisi Keuangan Islam Saat Ini?

Kondisi keuangan Islam saat ini belum bisa mendominasi karena jumlah bank non Syariah lebih banyak daripada bank Syariah. Hal ini menjadi agak sulit untuk dapat memimpin keuangan karena lembaga Syariah masih minoritas.

Bahkan dalam pelaksanaan manajemen keuangan Syariah di Indonesia masih terbilang cukup sulit untuk dikendalikan jika dalam jumlah besar. Penyebabnya ialah minimnya pengetahuan masyarakat luas terkait prinsip-prinsip manajemen keuangan Syariah.

Dilihat dari prinsip dan fungsinya yang baik dan berlandaskan aturan Islam, maka tidak ada salahnya jika Anda mulai beralih pada sistem manajemen keuangan Syariah di mana setiap pendapatan dan pengeluaran jelas asalnya dan meminimalisir pendapatan maupun pengeluaran yang tidak sesuai dengan ketentuan atau tidak jelas asalnya.

(dnb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini