Image

ECONOMIC VIEWS: Habibie Bahas SDA hingga Sri Mulyani Ungkit Utang Negara

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Sabtu 22 April 2017, 07:06 WIB
https img z okeinfo net content 2017 04 21 320 1673335 economic views habibie bahas sda hingga sri mulyani ungkit utang negara iCdc2LR6ck jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA – Mantan Presiden BJ Habibie meminta pemerintah tidak bergantung pada ketersediaan sumber daya alam (SDA) sekalipun SDA RI melimpah. Hal ini agar perekonomian tetap terjaga dan tidak bernasib seperti Timor Timur atau biasa disebut Timor Leste.

Sementara itu, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terkait keterbukaan informasi keuangan secara otomatis (Automatic Exchange of Information/AEoI) dimungkinkan akan berlaku Mei 2017.

Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memaparkan jika rasio utang Indonesia memang lumayan tinggi. Walau begitu, dia mengisyaratkan jika utang negara masih dalam kondisi sehat.

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:

BJ Habibie: Saya Tidak Mau Indonesia seperti Timor Leste

Habibie yang tengah memberikan ceramah umum dalam perayaan HUT Ke-15 PPATK mengatakan, Timor Timur lebih mengandalkan perekonomiannya dari keberadaan ladang minyak. Orang-orang di sana memproyeksikan harga minyak akan naik terus sekira USD100 per barel plus minus USD20 barel atau harga bisa mencapai USD120 per barel, bisa juga turun USD80 per barel.

Perencanaan mereka, lanjut Habibie, disesuaikan atas dasar kemampuan, wawasan dan keyakinan. Tapi lihat sekarang harga minyak tidak sekuat yang mereka proyeksikan, perhitungan salah semua. Akibatnya pemasukan fiskal kacau dan akibatnya proyek kacau,

"Kesalahan ini saya harap tidak boleh kita terima dan melaksanakan di Indonesia. Tiap kali mengembangkan SDA ini kaya, itu kaya semua kaya. Jangan berbangga, karena harga SDA dilepas ke pasar," ujarnya, di Kantor PPATK, Jakarta, Senin (17/4/2017).

Menurut Habibie, karena Indonesia itu lebih banyak SDA, maka sumber daya manusia (SDM) harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan bisa hasilkan produk yang canggih dari kelebihan SDA. Jangan hanya pemerintah menitik beratkan pada keunggulan SDA dan sama sekali tidak memperhatikan SDM.

"Itu saya kita kesalahan, masyarakat semua berhak mendapatkan kesempatan bersama-sama untuk berkembang dan bisa sama-sama membangun keluarga sejahtera keluarga bahagia," tuturnya.

(kmj)

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini