Image

Jokowi Ajak Menteri hingga Pengusaha Berduit Borong di Pasar Klewer

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 21 April 2017, 14:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 04 21 320 1673367 jokowi-ajak-menteri-hingga-pengusaha-berduit-borong-di-pasar-klewer-wccrDqqhgd.png Foto: Okezone

SOLO - Presiden Joko Widodo secara resmi meresmikan beroperasinya kembali pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah, pasar klewer, yang sempat terbakar pada 2014 lalu.

Saat meresmikan pasar klewer, Presiden Jokowi yang didampingi ibu Negara Iriana Joko Widodo dan juga Muffidah Kalla, mengajak para Menteri yang saat itu mendampingi mantan Walikota Solo ini, di antaranya, Menteri BUMN Rini Rini Soemarno serta Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk memborong dagangan yang dijual di pasar klewer.

Tak hanya pada kedua pejabat negara itu saja, Presiden pun meminta pada para pengusaha yang saat itu hadirpun untuk memborong dagangan di pasar klewer.

"Kalau sudah di Solo, jangan lupa untuk memborong barang yang dijual di Pasar Klewer. Jangan hanya lihat-lihat terus tidak beli. Kalian itu saya ajak kesini untuk membeli. Itu pengusaha yang duitnya banyak kayak Moeryati Soedibjo itu harus membeli,"ujar Presiden Jokowi,di sela peresmian Pasar Klewer, Jumat (21/4/2017).

Jokowi mengatakan bila pasar Klewer ini mendapat tempat di hati semua orang. Terlebih lagi Klewer menjadi icon kota Solo.

Pasar Klewer menjadi tujuan perdagangan dari berbagai daerah selain eks Karesidenan Surakarta seperti, Karanganyar, Klaten, Boyolali, Sragen, Wonogiri, Sukoharjo.

Selain itu pedagang dari kota besar lain di Jawa Tengah seperti Pekalongan, Tegal, Semarang hingga Cirebon Jawa Barat juga menjual produknya ke pasar Klewer.

"Klewer harus jadi pasar tradisional yang modern. Jangan kalah dengan mall-mall modern. Pertahankan ciri khas pasar Klewer, yakni keramahan dan transaksi dengan cara tawar-menawar," pesan Jokowi.

Jokowi juga berpesan agar 1717 kios yang ada di Pasar Klewer tetap dijaga kebersihannya dan selalu terawat.

 Agar bisa memberikan kenyamanan bagi para pembeli yang datang. Management harus tertata, papan nama toko juga harus dirapikan.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini