Image

Hari Kartini di Amerika , Sri Mulyani Ungkap 'Kegalauan' Wanita Karier

Dedy Afrianto, Jurnalis · Jum'at 21 April 2017, 18:06 WIB
https img okeinfo net content 2017 04 21 320 1673662 hari kartini di amerika sri mulyani ungkap kegalauan wanita karier lcD7dS8z9n jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

WASHINGTON - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjadi salah satu panelis dalam diskusi Boosting Women's Economic Empowerment di kantor pusat World Bank, Washington DC, Amerika Serikat (AS). Acara ini merupakan rangkaian kunjungan Sri Mulyani dalam acara IMF-World Bank Spring Meeting 2017.

Acara ini, mengulas mengenai pandangan pembuat kebijakan dari beberapa negara tentang pemberdayaan wanita. Meskipun kesempatan sekolah untuk pria dan wanita sama tetapi saat menempuh pendidikan lebih tinggi, wanita berpikir ulang.  

Menurut Sri Mulyani, di Indonesia masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam masalah pemberdayaan wanita. Utamanya faktor keluarga, agama, dan norma sosial. Bahkan untuk memasuki dunia kerja, perempuan biasanya lebih cepat menyerah atau lebih memilih berhenti mencapai level yang tinggi, dengan alasan akan menikah dan punya anak.

Dalam dunia kerja contohnya, perempuan akan menghadapi kesulitan dalam mengambil keputusan.

"Fase pertama, mereka akan sulit menentukan pilihan untuk melanjutkan karier. Dan apabila melanjutkan karier menjadi pilihan, maka setelah 5 tahun bekerja, perempuan  akan dihadapkan pada beberapa pertanyaan. Di antaranya  apakah akan menikah atau tidak, punya anak atau tidak, siapa yang akan mengasuh anak, atau apakah keluarga baru mengizinkan untuk bekerja atau tidak," ungkap Sri Mulyani seperti diberitakan Kementerian Keuangan, Jumat (21/4/2017).

Sri Mulyani menambahkan, perbedaan perlakuan sudah terjadi sejak lahir. Hal ini terlihat dari fasiltas yang diberikan oleh orang tua kepada sang anak.

 “Anak laki-laki biasanya akan diberikan fasilitas yang lebih baik oleh orang tuanya karena sebagian besar menganut sistem patriarki di Indonesia, meskipun ada beberapa etnik yang menganut sistem matrilinial,” terangnya.

(kmj)

(Rani Hardjanti)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini