Image

Sektor Properti Sambut Gembira Tetapnya Suku Bunga

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 21 April 2017, 10:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 04 21 470 1673132 sektor-properti-sambut-gembira-tetapnya-suku-bunga-h4psf7pyDy.jpg Ilustrasi: Okezone

SEMARANG - Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah optimistis penjualan rumah komersial tahun 2017 akan terus meningkat.

Penerapan tingkat bunga tetap oleh bank penyedia kredit perumahan diyakini mendukung sektor properti tersebut. Wakil Ketua DPD REI Jawa Tengah Bidang Humas, Promosi dan Publikasi, Dibya K Hidayat mengatakan, suku bunga kredit perumahan saat ini kompetitif. Terlebih lagi, menurut dia, banyak bank sudah menyatakan kesanggupannya mendukung sektor properti.

“Banyak fasilitas kemudahan yang diberikan bank pemberi kredit. Hal tersebut akan berdampak langsung pada sektor properti,” katanya pada pembukaan pameran ke-4 di Mal Paragon Semarang, kemarin. Dibya mengatakan, suku bunga yang ditawarkan perbankan untuk kredit perumahan saat ini dirasa paling kompetitif dibandingkan beberapa tahun terakhir.

Terlebih, persaingan bank-bank yang berlomba- lomba menyalurkan kredit perumahan. Bahkan, ada bank berani memberikan bunga hingga 6%. Selama ini konsumen merasa “takut” dengan pengenaan suku bunga fluktuatif dalam pembelian rumah. Pemberlakuan suku bunga tetap, maka akan berpengaruh pada potensi perjualan. “Bank bisa beri ‘fix rate’, di situ kestabilan ekonomi akan terjadi,” katanya.

Dampak positifnya, pasar akan semakin menggeliat didukung situasi politik yang stabil. Saat ini kondisi perekonomian sudah menunjukkan lampu hijau namun belum sejalan dengan pertumbuhan penjualan. “Faktor politik sangat memengaruhi pemerintah pusat. Seperti bola akan merambah semua ke daerah-daerah,” katanya. Pameran berlangsung mulai dari 20 April-1 Mei 2017.

Para pengembang membidik menengah ke atas dengan kisaran harga Rp400-700 juta. Target penjualan selama pameran mencapai 70 unit perumahan. Wakil Ketua Bidang Perbankan Real Estate Indonesia (REI) DPD Jawa Tengah, Wibowo Tedjo Sukmono menilai, konsumen memiliki banyak pilihan dengan tawaran dari bank-bank. Kebijakan ini memberikan sinyal bagus bisnis perumahan. “Kemudahan ini diharapkan memacu penjualan unit rumah khususnya menengah ke atas,” katanya. (tro)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini