Share

Meski Diberantas, OJK Sebut Investasi Bodong Akan Selalu Muncul

Ulfa Arieza, Jurnalis · Sabtu 22 April 2017 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 22 278 1674172 meski-diberantas-ojk-sebut-investasi-bodong-akan-selalu-muncul-pGTLRjjdxl.jpg (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengantongi sebanyak 91 laporan kegiatan investasi bodong. Dari 91 investasi yang berpotensi merugikan masyarakat tersebut, 19 di antaranya yang telah resmi dihentikan tahun 2017.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK Sardjito mengatakan kendati pihak OJK terus berusaha menghentikan investasi bodong, akan tetapi kemunculan tindak pidana tersebut tidak dapat dibendung. Bahkan investasi bodong dapat menjaring korban dari seluruh lapisan masyarakat.

"Investasi bodong akan selalu ada pada dasarnya, makanya yang paling penting adalah edukasi ke masyarakat kelas manapun akan selalu kena. Believe it or not even anda dan siapapun kalau tidak sekarang ya di kemudian hari," terangnya di Jakarta, Sabtu, (22/4/2017).

Oleh karena itu, lanjut Sardjito langkah defensif serta kesadaran masyarakat sangat diperlukan. Pasalnya, investasi bodong menggunakan banyak modus yang dapat mengelabui masyarakat.

"Makanya yang paling penting adalah bahwa selalu harus alert dalam tanda kutip ragu apabila ada orang yang menjanjikan keuntungan yang sangat besar apalagi ada yang jaminan sebulan 10% dan sebagainya," tambah dia.

"Jadi modusnya sangat banyak dan itu akan selalu terjadi sama dengan kejahatan makanya saya bilang kejahatan itu tidak pernah akan hilang, sama dengan investasi bodong," tambahnya.

Investasi bodong biasanya memberikan imbal balik yang lebih tinggi di atas rata - rata investasi lainnya. Karenanya, masyarakat dihimbau agar tidak mudah terpengaruh dengan iming - iming keuntungan investasi yang sangat tinggi dan tidak masuk akal.

"Yang membedakan adalah saya sadar bahwa itu adalah mustahil makanya saya tidak akan masuk. Kalau godaan kan selalu ada," pungkasnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini