Share

Setiap Bisnis Butuh Rencana Marketing, Cek Caranya!

Dedy Afrianto, Jurnalis · Sabtu 22 April 2017 19:28 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 22 320 1674303 setiap-bisnis-butuh-rencana-marketing-cek-caranya-6MZ7b2Kcpt.jpg (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Bisnis dan marketing atau penjualan adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Jika Anda ingin berhasil dalam mengembangkan bisnis, maka Anda perlu memiliki strategi penjualan khusus untuk dapat menarik konsumen.

Dalam strategi penjualan, Anda perlu memiliki rencana pemasaran. Hal ini merupakan titik awal dari rencana perkembangan bisnis Anda dalam jangka panjang.

Bagi Anda yang masih memiliki kendala dalam menyusun rencana penjualan, berikut adalah rencana penjualan yang harus Anda ketahui seperti dikutip dari The Balance:

1. Riset

Riset termasuk pada bagian pra pemasaran. Sebelum menyusun rencana pemasaran, Anda perlu melakukan riset terlebih dahulu. Riset ini akan memberikan informasi penting bagi Anda tentang keadaan dan respons pasar tehadap produk Anda.

Dalam riset ini, Anda harus memantau tren industri, perkembangan ekonomi, kompetisi, hingga harga jual produk, hingga iklan. Hasil riset ini nantinya dapat Anda gunakan sebagai pedoman dalam menyusun rencana penjualan.

2. Ringkasan Rencana Bisnis

Setelah melakukan riset, Anda perlu membuat ringkasan rencana bisnis Anda ke depannya. Dalam rencana bisnis ini, Anda perlu menetapkan rencana pemasaran dengan strategi dan konsep yang tepat.

3. Deskripsi Bisnis

Anda juga perlu memiliki deskripsi bisnis sebelum mengembangkan bisnis Anda. Buatlah deskripsi dengan jelas tentang bisnis Anda.

Dalam deskripsi ini, Anda dapat menjelaskan tentang jenis bisnis Anda, lokasi, nama pemilik bisnis, posisi bisnis di pasar, hingga faktor eksternal lainnya. Dokumen ini perlu Anda miliki sebagai modal pengembangan bisnis, baik untuk memberi penjelasan pada konsumen hingga menarik minat investor.

4. Target Pasar

Secara terperinci, Anda harus membuat target pasar berdasarkan perkembangan saat ini. Dalam menentukan target pasar, Anda perlu mengetahui informasi demografi seperti usia, jenis kelamin, agama, status perkawinan, tingkat pendidikan, latar belakang etnis dan budaya, hingga tingkat pendapatan calon konsumen.

Tak hanya itu, Anda juga perlu melihat kepentingan, kebiasaan, keinginan, dan kebutuhan para pelanggan. Faktor-faktor ini nantinya akan berhubungan dengan permintaan akan produk atau layanan yang Anda berikan.

5. Inovasi

Anda juga perlu memikirkan inovasi dalam melakukan penjualan. Perlu diingat, Anda harus memiliki perbedaan dari para pesaing untuk dapat menarik minat konsumen. Ciptakanlah hal-hal yang menarik seperti pemberian harga spesial hingga layanan yang lebih baik.

6. Analisis SWOT dan Persaingan

Anda juga perlu melakukan analisis terhadap kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) atau SWOT dalam pengembangan bisnis Anda. Anda juga perlu melihat peta persaingan agar dapat merumuskan strategi penjualan yang tepat.

7. Rencana Distribusi atau Pengiriman

Dalam rencana distribusi atau pengiriman, Anda dapat menguraikan bagaimana perusahaan akan menjual atau mengantarkan produk Anda ke tangan pelanggan. Metode penjualan dapat meliputi ritel, grosir, dengan konsep pengiriman barang yang dapat dilakukan melalui kurir.

8. Tujuan Pemasaran

Bagian ini menjelaskan tujuan pemasaran perusahaan untuk waktu dekat (biasanya satu tahun ke depan). Anda harus memiliki tujuan yang dapat Anda jadikan sebagai target. Salah satunya adalah dengan meningkatkan penjualan sebesar 25% pada akhir tahun berikutnya, atau menguasai 40% pangsa pasar lokal.

9. Rencana Aksi Pemasaran

Rencana aksi ini mencakup informasi rinci tentang produk atau layanan yang akan dijual, termasuk deskripsi produk, manfaat produk, layanan, persaingan, strategi penetapan harga, dan rencana promosi.

Anda juga perlu menentukan apakah nantinya akan menggunakan metode iklan konvensional atau metode iklan secara online dengan menggunakan media sosial.

10. Anggaran

Terakhir, Anda perlu merumuskan anggaran secara lebih rinci. Dalam anggaran ini, Anda perlu melihat modal dan keuntungan yang Anda peroleh. Pastikan keuntungan tersebut nantinya Anda investasikan pada perkembangan bisnis selanjutnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini