Belanja Pemerintah Bantu Penjualan Buku di Indonesia

ant, Jurnalis · Selasa 25 April 2017 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 25 320 1675691 belanja-pemerintah-bantu-penjualan-buku-di-indonesia-AP9r8LOTYD.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Wakil Ketua Bidang Humas, Riset dan Informasi Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Pusat Indra Laksana mengatakan, penjualan buku di Indonesia masih sangat terbantu pembelanjaan pemerintah yang dialokasikan dari anggaran pendidikan.

"Kalau tidak dibantu dengan peningkatan anggaran pemerintah, ada penurunan jumlah penerbitan buku di penerbit," kata Indra dihubungi di Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Indra mengatakan, peningkatan anggaran pendidikan sebagian digunakan untuk membeli buku, baik buku pelajaran, pendamping maupun untuk koleksi perpustakaan. Ada alokasi pembelian buku kepada penerbit dari anggaran pendidikan.

Meskipun menyebut ada kontribusi dari peningkatan anggaran pendidikan terhadap penjualan buku, Indra tidak bisa menyebutkan angka yang pasti.

"Tidak bisa diperkirakan karena angkanya tidak definitif. Harus dilihat setiap pencairan anggaran," ujarnya.

Saat ditanya volume penerbitan buku di Indonesia, Indra mengatakan belum ada data yang pasti karena ada beberapa jenis buku yang penjualannya tidak terlalu terbuka karena melalui jalur-jalur dinas seperti langsung melalui sekolah-sekolah.

"Untuk buku pelajaran, sulit dilacak. Namun, untuk buku umum, pada 2015 terdapat 69,799 juta eksemplar buku yang diterbitkan dengan nilai sekitar Rp4 triliun. Nilainya akan lebih besar bila ditambah dengan buku-buku pelajaran sekolah," tuturnya.

Terkait dengan minat baca di Indonesia, Indra mengatakan dari sisi melek huruf saja Indonesia masih kalah dibandingkan negara-negara yang memiliki budaya membaca. Angka melek huruf di Indonesia saat ini 88 persen, jauh dari Jepang yang mencapai 99 persen.

"Dilihat dari indikator membaca koran, Indonesia juga masih tertinggal. Di Indonesia, satu koran dibaca 45 orang, masih di bawah Srilangka yang perbandingannya 1:38 dan Filipina yang 1:30," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini