nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Holcim Indonesia Cetak Rugi Rp116 Miliar di Kuartal I

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 28 April 2017 21:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 04 28 278 1679168 holcim-indonesia-cetak-rugi-rp116-miliar-di-kuartal-i-ZVgFeldcCk.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) mengalami penurunan kinerja pada kuartal I-2017. Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp116 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya Perseroan mampu mengantongi laba sebesar Rp67 miliar.

Kerugian ini disebabkan oleh penurunan penjualan sebanyak 12,1% menjadi Rp2,1 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,4 triliun. Perlambatan laju pertumbuhan ekonomi dan ketatnya persaingan pasar juga masih menjadi penyebab utama tertekannya harga jual di pasar.

Di samping itu penurunan permintaan semen yang dipengaruhi oleh perubahan cuaca, tertundanya proyek infrastruktur dan perumahan juga turut memangkas penjualan perusahaan semen ini.

Selain itu, laba bruto turun perseroan turun sebesar Rp250 miliar menjadi Rp389 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp639 miliar. Marjin laba bruto mengalami peningkatan sebesar 4% menjadi 18% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 26%.

Laba operasional menurun tajam sebesar Rp208 miliar menjadi Rp23 miliar. Sedangkan pada kuartal I tahun 2017 Perseroan mampu mengantongi laba operasional sebsar Rp231 miliar.

Angka EBITDA juga mengalami penurunan sebesar Rp214 miliar menjadi Rp282 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp496.

Menanggapi hasil kuartal I-2017, CEO Holcim Indonesia Gary Schutz mengatakan, bahwa kondisi pasar di Indonesia pada kuartal pertama 2017 masih sangat menantang.

“Realisasi proyek infrastruktur dan perumahan yang tertunda, diharapkan dapat menjadi titik tolak perbaikan kinerja pada sisa sembilan bulan ke depan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (28/4/42017).

Meski mengalami penurunan penjualan, Holcim berhasil mencapai penghematan biaya, khususnya di sisi distribusi sebesar 8,3% atau sebesar Rp172 miliar. Penghematan ini dilakukan melalui beberapa inisiatif dalam mengoptimalkan aset dan saluran distribusi dengan tetap mempertahankan kualitas pengiriman kepada pelanggan.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini