nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi ke Hong Kong, May Day Harusnya Momentum Dengarkan Aspirasi Buruh

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Senin 01 Mei 2017 18:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 01 320 1680616 jokowi-ke-hong-kong-may-day-harusnya-momentum-dengarkan-aspirasi-buruh-0rkx4G94sS.jpg Jokowi Bertemu WNI di Hong Kong (Foto: BBC)

JAKARTA - Hari ini, ribuan buruh turun ke jalan menyampaikan aspirasinya di peringatan hari buruh atau May Day. Banyak tuntutan yang disuarakan oleh para buruh salah satunya kesejahteraan buruh yang perlu diperhatikan Pemerintah.

Namun, saat buruh menyampaikan aspirasinya di depan Istana Negara, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) justru sedang berada di Hong Kong untuk melakukan pertemuan bisnis baik dengan pemerintahan setempat dan juga dengan para pekerja Indonesia. Padahal, banyak buruh di negeri sendiri yang ingin menyuarakan aspirasinya.

Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira mengatakan, masalah ketidakhadiran Presiden di Indonesia saat buruh ingin bertemu Presiden juga dapat diartikan Presiden absen dalam penyelesaian tuntutan buruh salah satunya berkaitan dengan kebijakan jaminan sosial yang belum merata dan outsourcing yang masih berjalan.

"Sebenarnya yang dilakukan pak Presiden adalah aksi simbolis untuk merangkul buruh migran atau TKI di Hong Kong. Harga hubungan Presiden dengan buruh harusnya harmonis. Momentum hari buruh dapat dimanfaatkan untuk mendengar aspirasi buruh," ungkapnya kepada Okezone, Senin (1/5/2017).

Menurutnya, sekarang dalam kondisi ekonomi yang lesu dan kenaikan berbagai bahan makanan serta inflasi yang tinggi kelas buruh paling terjepit. Terlebih berkaitan dengan PP 78/2015.

"Presiden yang mangkir keluar negeri artinya sama sekali tidak memiliki empati terhadap kesulitan buruh. Sekali lagi yang dilakukan di Hong Kong adalah aksi simbolis belaka, seakan dekat dengan buruh tapi pada kenyataanya absen dalam mendengar tuntutan buruh," tukasnya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini