Ada Hotel Syariah, Bagaimana Geliat Wisata Halal di Malaysia?

Trio Hamdani, Jurnalis · Senin 01 Mei 2017 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 01 470 1680498 ada-hotel-syariah-bagaimana-geliat-wisata-halal-di-malaysia-7uslvkWRUe.jpeg Foto: CNN

JAKARTA - Salah satu hotel di Malaysia telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) syariah yang berlandaskan Alquran. Tampaknya hal itu menunjukkan bahwa budaya Islam masih melekat erat di negara tersebut.

Berjuluk PNB Perdana Hotel, sebagaimana dilansir CNN, hotel yang menerapkan SOP dengan Alquran sebagai rujukannya itu pun menjadi hotel pertama di Malaysia yang memperoleh sertifikat halal.

Orang-orang yang mempraktikkan ajaran Muslim di Malaysia tercatat sebanyak 60% dari total populasi penduduk di sana. Sedangkan pariwisata adalah industri yang berkembang serta menguntungkan karena menarik minat penduduk setempat dan pengunjung asing.

Telah mendapat sertifikat halal, PNB Perdana Hotel juga benar-benar menjaga dengan ketat makanan yang disajikan. Makanan dan minuman di sana tentunya sudah diklaim halal.

Namun, hotel itu juga diklaim tak luput memerhatikan pengunjung non-Muslim. Jadi, pengunjung non-Muslim di hotel tersebut tetap bisa memesan makanan seperti daging babi ataupun minuman beralkohol. Mereka bisa menyantapnya di kamar hotel.

Pihak hotel juga tetap menjaga kehalalan kamar hotel. Setelah tamu sebelumnya memakan makanan nonhalal, kamar akan benar-benar dibersihkan secara khusus untuk nantinya dipakai oleh tamu selanjutnya.

Pria dan perempuan di hotel tersebut yang memanfaatkan fasilitas gym (fasilitas kebugaran) bisa saling berbaur di area tersebut. Namun, mereka hanya diberi waktu pada pukul 21.00-23.00 waktu setempat.

"Itu seperti sebuah hotel pada umumnya," kata General Manager Hotel, Ismail Hisham Ahmad Zambri.

Pihak hotel juga turut memberikan pelatihan kepada para staf hotel agar bisa memberikan pelayanan sesuai prinsip-prinsip Islam.

Sarana dan prasarana wisata halal di Malaysia pun tumbuh cukup baik. Berdasarkan data yang dirilis Reuters, pemasukan negara dari pengunjung wisata baik dalam maupun luar negeri diharapkan bisa meningkat. Bila pada 2015 perolehannya mencapai USD151 miliar, pendapatan pada 2021 bisa mencapai USD243 miliar. (tro)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini