Image

Menko Darmin Beberkan 10 Jurus Selamatkan Kelapa Sawit Indonesia

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 02 Mei 2017, 21:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 05 02 320 1681594 menko-darmin-beberkan-10-jurus-selamatkan-kelapa-sawit-indonesia-mmhbIvxsht.jpg (Foto: Koran SINDO)

JAKARTA - Demi menjaga eksistensi industri kelapa sawit indonesia di pasar global, pemerintah membuatkan 10 prinsip-prinsip utama bagi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit.

Melalui prinsip-prinsip tersebut, pemerintah ingin menunjukan komitmen untuk menjaga industri kelapa sawit Indonesia berkembang dan dikelola secara berkelanjutan dengan mandatori standar Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

“Prinsip-prinsip BDPD Kelapa Sawit ini disusun berdasarkan hasil diskusi pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi kelapa sawit Indonesia,” ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Darmin mengatakan, melalui ISPO dan mandatori biodiesel, Indonesia telah berkontribusi secara nyata terhadap pembangun ekonomi hijau dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Saat ini pemerintah telah melakukan proses penguatan ISPO yang melibatkan berbagai pihak pemerintah, pelaku usaha , masyarakat, LSM, negara-negara konsumen untuk memberikan masukan dan saran penyempurnaan ISPO sebagai sistem yang mandatori, dan akan diangkat dengan keputusan Presiden.

Pada 2015-2017 dampak positif BPDP Kelapa Sawit bagi Indonesia dan khususnya Industri kelapa sawit domestik, mulai terlihat. Harga komoditas CPO yang pada pertengahan 2015 yang sempat mencapai USD437 per ton berdasarkan indeks harga KPB pada pertengahan 2015, meningkat menjadi USD620 per ton pada Maret 2017 atau meningkat sekitar 42% dari titik terendah harga CPO.

“Saya yakin dengan menjaga tujuan dan semangat pembentukan BPDP Kelapa Sawit pada masa ini dan masa akan datang, kita akan mampu memiliki industri yang lebih efisien dan memberikan nilai tambah nasional,” ujarnya.

Berikut prinsip-prinsip utama BPDP Kelapa Sawit adalah:

1. BPDP Kelapa Sawit mengelola dana pungutan kelapa sawit dari industri untuk industri.

2. BPDP merupakan BLU yang bersifat fleksibel. Semua pengurus lembaga ini bisa berasal dari pihak swasta, kecuali posisi Direktur Keuangan harus dari Pegawai Negeri Sipil.

3. BPDP merupakan Badan Pengelola Dana atau Fund Management Company. Karena itu, dana harus dikelola dengan menggunakan Modern Portfolio Theory untuk menghasilkan return yang optimal.

4. Skema dari BPDP adalah dari sawit untuk sawit. Industri Sawit dikenakan pungutan ekspor untuk memberikan insentif kepada industri sawit sehingga terjadi permintaan tambahan untuk industri biodiesel domestik.

5. BPDP dirancang untuk mendorong energi terbarukan yang berbasis kelapa sawit sehingga bermanfaat untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil atau bahan bakar minyak (BBM).

6. Alokasi dari penggunaan dana BPDP bersifat dinamis sesuai dengan kebutuhan, serta ditentukan oleh Komite Pengarah yang terdiri dari beberapa menteri dan perwakilan dunia usaha.

7. Subsidi biodiesel merupakan prasyarat terbentuknya pasar biodiesel domestik. Tanpa adanya permintaan tambahan, harga sawit akan jatuh dan semua stakeholder akan terpengaruh.

8. Replanting atau peremajaan perkebunan kelapa sawit merupakan program penting untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit.

9. Pembiayaan riset, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), serta promosi merupakan program lain yang harus menjadi perhatian.

10. Program ini merupakan kolaborasi antara pemerintah-swasta dalam membentuk dana stabilisasi untuk komoditas kelapa sawit yang berfokus pada fungsi substansi pembentukan, bukan pada bentuk badan, sesuai dengan semangat awal dan peraturan yang berlaku.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini