nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kawasan Ekonomi Khusus, Menko Darmin: Agar Investasi Tak Menumpuk di Pulau Jawa!

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 17 Mei 2017 13:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 05 17 320 1693069 kawasan-ekonomi-khusus-menko-darmin-agar-investasi-tak-menumpuk-di-pulau-jawa-ysrUC3LYZH.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution melihat pembangunan infrastruktur dalam negeri jauh tertinggal dibandingkan sektor lainnya.

Sehingga saat ini, pemerintah harus fokus membangun infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2017 dengan percepatan pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK).

Untuk hal ini, Menko Darmin pun melakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Penandatanganan dilakukan di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta.

Penandatanganan nota kesepahaman ini bertujuan untuk menjalin hubungan kerjasama dan kemitraan yang erat guna mempercepat pembangunan dan pengembangan KEK, serta meningkatkan investasi anggota Kadin di kawasan tersebut.

"KEK itu adalah infrastruktur, bagian dari infrastruktur kegiatan ekonomi, bisa industri, bisa juga pariwisata, maupun yang lainnya. Yang akan mendorong perkembangan kegiatan investasi lebih menyebar di berbagai daerah di Nusantara. Adanya KEK itu, membuka jalan investasi tidak bertumpuk di Pulau Jawa di mana infrastrukturnya dan demand-nya sudah bagus," ungkapnya di Gedung Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

“Oleh karena itu, pembangunan KEK itu selalu disertai dengan insentif fasilitas. Yang tidak lain maksudnya adalah agar menarik minat bagi investasi menyebar di berbagai daerah. Tentu saja ada faktor-faktor khusus di daerah yang menarik bagi investor,” jelasnya.

Selain itu juga dilakukan serah terima operasional aset pemerintah di KEK Sei Mangkei dari Kementerian Perindustrian kepada PTPN Ill (Persero). Dengan serah terima pengelolaan aset tersebut, pelayanan terhadap calon dan para investor di KEK Sei Mangkei diharapkan bisa meningkat untuk mendorong daya saing KEK Sei Mangkei.

Ketiga, penandatanganan MoU antara Badan Usaha Pengelola KEK dan para investor dengan perkiraan investasi lebih dari Rp6 triliun. Ini meliputi penandatanganan MoU antara Direktur Utama PT PN III Persero dengan Direktur Utama PT Alternatif Protein Indonesia (API) dengan total investasi sekira USD500 juta. Serta penandatanganan MoU antara Direktur Utama PT ITDC selaku Pengelola KEK Mandalika dengan lima investor.

Lima investor tersebut adalah PT Metro Lestari Utama untuk pembangunan hotel bintang 5 dengan investasi Rp250 miliar, Sky Wealth Perusahaan Malaysia untuk pembangunan hotel bintang 5 dengan investasi Rp450 miliar, PT Bangun Megatama Wisata Mahadewi untuk pembangunan hotel, PT Alam Hijau Permai penyertaan modal pada Hotel Pullman dan Jeju Olle Foundation Investor Korea untuk pembangunan Olle Walking Trail.

Sampai saat ini, pemerintah telah menetapkan 11 KEK, yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebanyak 11 kawasan tersebut adalah KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, KEK Sorong, KEK Morotai, KEK Bitung, KEK Palu, KEK Mandalika, KEK Tanjung Lesung, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Api-Api, KEK Sei Mangkei, dan KEK Arun Lhokseumawe.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini