Image

Waduh, Bunga KPR Paling Dikeluhkan Kreditur Rumah

Trio Hamdani, Jurnalis · Rabu 17 Mei 2017, 14:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 05 17 470 1693146 waduh-bunga-kpr-paling-dikeluhkan-kreditur-rumah-Ehne9wTueE.jpg Ilustrasi perumahan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Konsumen yang mencicil rumah dengan layanan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluhkan suku bunga KPR yang kerap mengalami perubahan setelah tahun kedua.

Seperti diketahui, bank penyedia KPR memang kerap memberikan bunga kredit yang cenderung rendah dan flat alias tidak mengalami perubahan nilai untuk jangka waktu tertentu. Namun ketika jangka waktu usai maka suku bunga akan mengalami kenaikan.

"Suku bunga kredit termasuk besarnya suku bunga kredit. Kemudian peralihan suku bunga tetap (flat) dan peralihan ke efektif itu kadang kan 2 tahun pertama dikasih suku bunganya sangat ringan, tapi begitu tahun ke 3 loncat luar bisa sehingga konsumen komplain," katanya dalam diskusi 'Property & Mortgage Summit 2017' di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Tak hanya soal bunga KPR yang dikeluhkan oleh konsumen, menurut dia ada pula konsumen yang sudah melunasi kredit rumah, namun jaminan yang diserahkannya ke bank tak kunjung dikembalikan atau lama dikembalikan. "Paling banyak kreditnya sudah luas tapi kreditnya jaminanya belum dikembalikan," jelasnya.

Selanjutnya, dia menerangkan, restrukturisasi kredit juga cukup banyak dikeluhkan oleh kreditur rumah. Restrukturisasi Kredit sendiri merupakan upaya perbaikan yang dilakukan dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya.

"Kemudian restrukturisasi kredit atau pembiayaan jadi konsumen sulit lakukan pembayaran. Dia minta berikan keringanan dan lain sebagainya," terangnya.

Keringanan yang dapat diberikan oleh perbankan dengan restrukturisasi kredit diketahui dengan cara penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu kredit, pengurangan tunggakan bunga kredit, pengurangan tunggakan pokok kredit, penambahan fasilitas kredit, dan konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini