Image

Jelang Ramadan, BI Siapkan Tambahan Uang Rp167 Triliun

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 18 Mei 2017, 22:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 05 18 20 1694620 jelang-ramadan-bi-siapkan-tambahan-uang-rp167-triliun-xLbEfQFHmu.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Bank Indonesia menyatakan telah menyiapkan tambahan uang tunai sebesar 14% atau setara Rp167 triliun jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2017. Angka ini meningkat dibandingkan tambahan uang tunai sebesar Rp146 triliun. Pasalnya, tingkat konsumsi selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri dipastikan selalu mengalami peningkatan.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowradojo mengatakan bahwa selama 10 tahun terakhir rata-rata uang yang diedarkan selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri mengalami kenaikan sebesar 14%.

“Mau masuk Ramadan, terkait dengan kesiapan BI untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang tunai, jadi posisi kas siap edar kita itu tercukupi. Selama ini pengalaman 10 tahun terakhir rata-rata uang yang diedarkan meningkat 14%,” terangnya di Gedung Bank Indonesia, Jakarta (18/5/52017).

Dengan tambahan ini, uang tunai yang diedarkan Bank Indonesia akan mencapai titik tertingginya selama 2017 yaitu sebesar Rp691 triliun. Peningkatan uang beredar tahun ini juga disebabkan oleh bertambahnya jumlah hari libur pada 2019 yakni menjadi sembilan hari.

“Tetapi kita tahu bahwa nanti tentu ada uang yang dikeluarkan dan uang yang masuk. Tingginya uang tunai yang beredar termasuk karena jumlah hari libur yang banyak dibandingkan tahun 2016 karena libur sembilan hari, tahun lalu enam hari,” terangnya.

Selain itu, meningkatnya uang beredar juga disebabkan oleh pembayaran dan THR dari PNS dan tingginya minta masyarakat pada uang baru tahun emisi 2016.

Sementara itu Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara berpesan kepada masyarakat agar bersikap bijak dalam berbelanja jelang Lebaran. Selain itu, masyarakat juga diharapkan waspada dalam bertransaksi menggunakan uang tunai.

“Kalau transaksi dengan uang tunai silakan diperhatikan ciri-ciri 3D dan kalau transaksi besar diharapkan dengan uang nontunai,” tukas dia.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini