Image

Punya Uang Cash USD250 Miliar, Apple Tetap Terbitkan Euro Bond

/Menda Clara Florencia/Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Kamis 18 Mei 2017, 11:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 18 278 1693919 punya-uang-cash-usd250-miliar-apple-tetap-terbitkan-euro-bond-TFsreyWXTm.jpg Apple Inc. (Foto: Forbes)

JAKARTA - Perusahaan teknologi terbesar, Apple Inc., berencana untuk menerbitkan obligasi berdenominasi euro, seiring dengan pasar utang yang semakin kuat di Eropa. Diperkirakan dari penerbitan surat utang ini, arus kas Apple akan tetap berada di atas USD250 miliar.

Raksasa teknologi Amerika ini akan mengeluarkan dua obligasi dengan tenor delapan tahun dan 12 tahun. Namun, imbal hasil dari obligasi ini masih dibahas dan diperkirakan akan selesai minggu depan.

Melansir CNBC, International Financing Review (IFR) mengatakan bahwa pesanan obligasi tersebut telah melampaui 5 miliar euro. Securities and Exchange Commission (SEC) telah menerima rencana raksasa teknologi AS tersebut, namun tidak memiliki rincian mengenai jumlahnya obligasinya.

Apple telah memanfaatkan lingkungan suku bunga rendah di Eropa dan tempat lain, untuk mengumpulkan uang. Yield yang rendah sangat bagus untuk perusahaan, karena mereka tidak harus membayar bunga yang tinggi kepada investor.

Selain itu, Bank Sentral Eropa (ECB) juga membeli obligasi korporasi mereka, yang telah membantu untuk menyalurkan ke pasar serta menciptakan selera yang lebih besar untuk investasi di surat utang.

Rencananya, dengan obligasi tersebut mereka akan melakukan pembelian kembali saham biasa dan pembayaran dividen untuk mengembalikan modal kepada pemegang saham. Selain itu, dana tersebut akan digunakan untuk pendanaan untuk modal kerja, pengeluaran barang modal, akuisisi, dan pelunasan utang.

Apple telah melakukan pembelian kembali saham yang agresif atas dorongan pemegang saham. Awal Mei, Apple menaikkan pembayaran dividen menjadi USD13,22 miliar per tahun, menjadikannya saham dengan pembayaran terbesar di dunia.

Saat ini Apple memiliki tumpukan uang tunai sebesar USD256,8 miliar, yang membuat gagasan untuk mengeluarkan obligasi tersebut menjadi ganjil. Namun, diperkirakan 90% dari uang tersebut tidak berada di Amerika, lantaran Apple enggan membawa pulang dana tersebut karena tarif pajak yang mencapai 35%.

Pekan lalu Apple mengumumkan rencana untuk menerbitkan USD7 miliar obligasi baru di Amerika. Menurut FactSet, pada akhir kuartal pertama 2017, Apple telah memperoleh lebih dari USD98 miliar utang. Chief Executive Officer Apple Cook Tim Cook mengatakan akan mengembalikan uang jika ada penurunan tarif pajak.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini