Image

Pasar Modal, Investasi Paling Aman dari Jerat Inflasi

Agregasi Kamis 18 Mei 2017, 13:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 18 278 1694089 pasar-modal-investasi-paling-aman-dari-jerat-inflasi-yIb0JeYFln.jpg Ilustrasi pasar modal. (Foto: Okezone)

PALEMBANG - Berinvestasi di pasar modal merupakan salah satu strategi jitu untuk mengatasi inflasi kenaikan harga barang yang kecepatannya cenderung tidak dapat terkejar jika hanya menyimpan uang di bank dalam kaitan mengharapkan bunga.

“Setiap orang sudah seharusnya berinvestasi karena di masa datang dipastikan akan berhadapan dengan penurunan pendapatan seperti pensiun dan inflasi harga barang dan jasa. Jika sebelumnya dengan uang Rp100 juta bisa membeli mobil baru, saat ini sudah tidak bisa lagi,” kata Kepala Ritel Mandiri Sekuritas, Andreas Gunawidjaja, di Palembang.

Menurutnya, banyak cara untuk berinvestasi, namun jika ingin mendapatkan return yang tinggi, sebaiknya membeli saham atau reksa dana. “Ada tiga cara berinvestasi menurut teorinya, yakni membeli properti, berinvestasi pada usaha rill, dan saham. Dari ketiga hal itu memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, tinggal lagi nasabah mencari mana yang paling cocok dengan kebutuhannya,” ujarnya.

Dirinya menyarankan, bagi mereka yang bekerja sebagai karyawan atau pegawai, maka tidak salah jika mencoba berinvestasi di pasar modal untuk memperoleh keuntungan di masa datang. Disebutkan, saham yang dibeli baru dijual pada 10-20 tahun mendatang yang diproyeksikan sesuai kebutuhan keluarga, semisal untuk biaya pendidikan tinggi anak.

Untuk itu, penanam modal tidak perlu khawatir jika terjadi fluktuasi harga dalam masa jangka pendek karena sejatinya harga saham tersebut naik ketika akan dijual pada 10-20 tahun mendatang. “Tipsnya carilah perusahaan yang labanya terus bertumbuh meski secara bulanan terjadi fluktuasi harga," kata Andreas.

Kemudian, kalangan karyawan ini dapat memakai jasa perusahaan sekuritas yang menjadi agen untuk mengolah dana. Namun, jika calon penanam modal masih khawatir akan risiko membeli saham ini, mereka dapat mencoba produk reksa dana terlebih dahulu yang dikenal memiliki return seperti deposito tapi liquid seperti tabungan di bank.

Sementara itu, Deputi Direktur Penetapan Sanksi Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Neviyanti mengatakan, masyarakat saat ini tidak perlu khawatir lagi untuk berinvestasi di pasar modal karena OJK mengawasi industri jasa keuangan ini.

“Semua perusahaan sekuritas yang bisa menjadi agen pasar modal itu terdaftar di OJK. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, justru pasar modal ini merupakan upaya pemerintah memberangus investasi bodong," kata dia.

Industri pasar modal di Sumatera Selatan (Sumsel) sejauh ini cukup berkembang yang ditandai dengan penambahan investor setiap tahunnya. Data BEI Sumsel per 12 Mei 2017 diketahui terdapat 8.648 investor menggunakan SID tanda pengenal KTP asal Sumsel. Pertambahan ini setara dengan 51,6% total pertumbuhan investor baru Kota Palembang sepanjang 2016 yang mencapai 1.498 SID.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini