Image

Saham Perbankan Tertekan, Diproyeksi Hanya Jangka Pendek

Widi Agustian, Jurnalis · Kamis 18 Mei 2017, 14:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 18 278 1694157 saham-perbankan-tertekan-diproyeksi-hanya-jangka-pendek-YDRvknlnnB.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Saham sektor perbankan terpantau tertekan pada perdagangan hari ini. Salah satu pemicu tertekannya saham bank ini adalah akibat regulasi keterbukaan data nasabah.

Padahal, sejumlah bankir mengklaim tidak khawatir dengan adanya aturan pembukaan data nasabah perbankan oleh Ditjen Pajak ini.

Walau begitu, sejumlah saham perbankan terpantau tertekan pada hari ini. Pantauan Okezone siang ini, sejumlah saham perbankan berikut mengalami tekanan:

PT Bank Mandiri Tbk (BMTR): Turun Rp20 atau 3,13% menjadi Rp11.980

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Turun Rp 50 atau 0,35% menjadi Rp14.050

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA): Turun Rp5 atau 0,4% menjadi Rp1.235

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN): Turun Rp50 atau 2,06% menjadi Rp2.380

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Stagnan di Rp6.500

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP): Stagnan di Rp1.750

Analis Bahana Securities Muhammad Wafi mengatakan, koreksi yang dialami sektor perbankan hanya dalam jangka pendek. Pasalnya, sentimen ini tidak berkaitan dengan fundamental perbankan.

“Saham perbankan akan mengalami tekanan secara menyeluruh, tetapi cuma jangka pendek saja,” terangnya saat dihubungi Okezone.

Wafi melanjutkan, imbas yang pertama kali akan dialami oleh sektor perbankan adalah penurunan pendapatan dari kartu kredit. Pengguna diperkirakan akan menahan penggunaan kartu kredit sebagai respons dikeluarkannya Perppu.

Mereka cenderung menahan pengeluaran menggunakan kartu kredit sebagai wujud kekhawatiran pembukaan data oleh Ditjen Pajak.

“Pastinya akan terkena imbas terutama dari user kartu kredit, mereka akan stop untuk menggunakan kartu kredit sementara jadi mereka masih wait and see imbas dari penerbitan Perppu,” tambahnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini