Image

BEI: Kinerja Emiten Meningkat di Kuartal I

ant, Jurnalis · Kamis 18 Mei 2017, 18:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 05 18 278 1694417 bei-kinerja-emiten-meningkat-di-kuartal-i-nyeFV3bREe.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan bahwa kinerja perusahaan tercatat atau emiten pada triwulan I 2017 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Berdasarkan rekapitulasi dari 415 emiten, laba bersih emiten triwulan I 2017 naik 14,7% menjadi Rp79,77 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," papar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat di Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Ia menambahkan bahwa total aset emiten pada triwulan I tahun ini juga mengalami kenaikan 11,4% menjadi Rp8.850,45 triliun. Sementara total ekuitas meningkat 14,5% menjadi Rp2.467,036 triliun. Dan, pendapatan emiten naik 6,5% menjadi Rp659,32 triliun.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I sebesar 5,01% atau lebih tinggi jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yakni sebesar 4,92% menjadi salah satu faktor yang mendukung kinerja emiten di dalam negeri.

"Di sisi lain, kebijakan ekonomi yang ekspansif dari pemerintahan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia juga turut menambah harapan bagi emiten untuk terus mencatatkan kinerja positif," katanya.

Samsul Hidayat mengatakan bahwa seiring dengan kinerja emiten yang mencatatkan laba, maka sahamnya akan diminati oleh publik. Semakin banyak permintaan, maka akan meningkatkan harga saham dan berpotensi meraih keuntungan dari perbedaan antara harga beli dan jual atau ‘capital gain’.

"Selain itu, investor juga berpotensi meraih dividen atau pembagian keuntungan," katanya.

Pada tahun ini, Samsul Hidayat optimistis kinerja emiten akan lebih baik jika dibandingkan dengan 2016. Tercatat, laba bersih emiten pada 2016 naik 30,8% menjadi Rp285,40 miliar dari Rp218,21 miliar pada tahun sebelumnya.

Terkait emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan, Samsul Hidayat mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan surat peringatan pertama kepada 74 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan interim.

"Kita sudah berikan peringatan dan menanyakan sebabnya. Laporan keuangan triwulan pertama kan 'unaudit', ada yang baru memberikan gambarannya saja tentang kondisi keuangan mereka," ujarnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini