Image

Keterbukaan Data Nasabah, Tak Pengaruhi Emiten untuk IPO

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 18 Mei 2017, 21:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 18 278 1694605 keterbukaan-data-nasabah-tak-pengaruhi-emiten-untuk-ipo-NZFiyqzTMl.jpg Foto: Ulfa Arieza

JAKARTA - Direktorat Jendral Pajak (Ditjen) Pajak kini bisa bebas untuk mengakses data dari lembaga keuangan, seperti perbankan, asuransi, hingga ke pasar modal. Setelah diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017, Tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida menilai, kalau aturan ini tidak akan mengurangi minat emiten untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pun Right Issue.

"Harusnya tidak ya, karena ini kan di semua negara, karena kalau kita lihat kecenderungan Perppu ini kan mulai beberapa waktu lalu, untuk mengikuti ketentuan AEOI (Automatic Exchange of Information)," kata Nurhaida di Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Optimisme Nurhaida ini lantaran banyaknya jumlah emiten yang melakukan penawaran saham perdana di pasar modal. Sejak awal tahun 2017, tercatat sebanyak 8 emiten telah resmi melantai di pasar modal. Jumlah emiten yang menawarkan saham perdananya atau IPO, right Issue, hingga penerbitan obligasi terhitung meningkat dibandingkan dengan tahun lalu.

"Tahun lalu obligasi misalnya kuartal satu sekitar dua belasan triliun, ini sudah di atas 20 triliun malah," terangnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, bahwa semua pihak di industri keuangan harus mengikuti aturan keterbukaan informasi perpajakan tersebut, tak terkecuali dengan para pelaku pasar modal.

"Kalau di pasar modal, kan disitu juga ada di UU Pasar Modal, ada kerahasiaan nasabah, Tapi begitu Perppu ini kan akan memberikan kepada pihak-pihak tertentu itu untuk bisa mendatangkan data nasabah. Kalau memang itu Perppu, jadi semua pihak harus patuh," pungkasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini