Image

Pengembang Wanprestasi Harus Di-Blacklist?

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 18 Mei 2017, 13:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 05 18 470 1693913 pengembang-wanprestasi-harus-di-blacklist-wNYpSPKk7d.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (lPW) Ali Tranghanda mengusulkan, bagi pengembang perumahan yang merugikan konsumen maupun perbankan dapat masuk ke daftar hitam atau di-blacklist.

Namun, menurut Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (lPW) Ali Tranghanda, perlu adanya lembaga yang mengawasi secara tegas kinerja pengembang sekaligus lembaga bantuan hukum bagi konsumen produk properti agar hal itu dapat terlaksana.

"Kalau pengembang itu sampai wanprestasi (prestasi buruk) segala macam itu diselesaikan di sana (lembaga pengawas). Kalau dia terbukti bersalah maka di-blacklist," katanya ketika dihubungi Okezone di Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Sebagai contoh, jika pengembang wanprestasi kemudian di-blacklist maka akses keuangan pengembang dapat di-blacklist sehingga menghambat kinerja pengembang. Tujuannya untuk membuat pengembang lebih disiplin.

"Jadi dia akses keuangan segala macem di-blacklist. Ini kan dulu saya usulkan gini, kalau kartu kredit kan kita ada masyarakat nunggak bisa di-blacklist kan ya. Nah kalau pengembang kan susah bener gitu. Artinya kan itu bisa saja dibuat kan," jelasnya.

Selain itu, bagi pengembang yang terkena blacklist, maka pihak pengembang tidak diizinkan untuk membangun perumahan. Namun hal itu diberlakukan untuk jangka waktu tertentu saja guna memberi efek jera pengembang.

"Misalnya di-blacklist, pengembang itu tidak boleh mengembangkan lagi dalam jangka waktu tertentu atau secara individunya tidak boleh apa lah kemudian akses keuangan segala macam. Itu kan bisa dibuat untuk melindungi konsumen, intinya saya setuju," tambahnya. (tro)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini