Image

Investment Grade dari S&P, Sri Mulyani: Tunjukkan Stabilitas Keuangan Negara

Dedy Afrianto, Jurnalis · Jum'at 19 Mei 2017, 18:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 05 19 20 1695464 investment-grade-dari-s-p-sri-mulyani-tunjukkan-stabilitas-keuangan-negara-6BgkbsYnSv.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani sore ini melakukan konferensi pers terkait hasil pemeringkatan S&P. Konferensi ini pers ini juga turut membahas tentang opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diperoleh pemerintah dari Badan Pemeriksa Keuangan untuk Laporan Keuangan Pemerintah (LKPP) pada tahun 2017 mendatang.

Khususnya untuk pemeringkatan S&P, Sri Mulyani mengatakan bahwa dirinya gembira dengan hasil pemeringkatan ini. Diharapkan, predikat ini nantinya dapat dipertahankan oleh Indonesia.

"Kami sambut gembira bahwa pemeringkatan telah sampaikan hasilnya hari ini BBB- dengan outlook stabil. Artinya ini sudah investment grade," tuturnya dalam konferensi pers di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Pemerintah pun akan tetap fokus untuk meningkatkan kualitas ekonomi dan pengelolaan keuangan negara. Dengan begitu, outlook yang dihasilkan diharapkan dapat lebih baik dibandingkan saat ini.

"Ini menunjukkan stabilitas keuangan negara," jelasnya.

Seperti diketahui, lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) akhirnya menyematkan rating layak investasi alias investment grade kepada Indonesia. Rating ini diberikan seiring dengan stabilitas keuangan Indonesia yang terus terjaga.

S&P memandang pemerintah Indonesia telah mengambil langkah efektif untuk menstabilkan kondisi keuangan publik. Dengan demikian, S&P pun memperkirakan utang pemerintah secara umum akan stabil, mendekati tingkat terrendah, sementara defisit anggaran berangsur-angsur mengalami penurunan.

"Oleh karena itu, kami meningkatkan peringkat kredit sovereign jangka panjang kami menjadi 'BBB-', Dari 'BB +'," tulis S&P.

Menurut S&P, fokus baru pemerintah dalam membuat anggaran lebih realistis dan telah menurunkan risiko defisit anggaran yang melebar secara signifikan, saat pendapatan pemerintah berada di bawah tartet.

"Kami juga menaikkan peringkat kredit sovereign jangka pendek, menjadi 'A-3' dari 'B'. Selain itu, kami meningkatkan Rating jangka panjang skala regional ASEAN ke 'axA-' dari 'axBBB +' dan menegaskan rating jangka pendek di 'axA-2'," tambah S&P dalam keterangannya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini