Image

Sri Mulyani: Berkat APBN dan Tax Amnesty, S&P Naikkan Rating RI

Dedy Afrianto, Jurnalis · Jum'at 19 Mei 2017, 19:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 19 20 1695506 sri-mulyani-berkat-apbn-dan-tax-amnesty-s-p-naikkan-rating-ri-iZRq2LX8YT.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) akhirnya menyematkan rating layak investasi alias investment grade kepada Indonesia. Rating ini diberikan seiring dengan stabilitas keuangan Indonesia yang terus terjaga.

Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan terdapat beberapa hal yang menyebabkan peningkatan rating ini. Salah satunya adalah karena baiknya manajemen APBN yang disusun realistis.

"Manajemen APBN dianggap mengalami perbaikan yang signifikan dengan adanya langkah yang dilakukan pemerintah baik dari sisi belanja maupun penerimaan. Kedua langkah itu memfokuskan belanja kepada belanja prioritas yang produktif seperti infrastruktur, belanja pendidikan, kesehatan, tujuannya memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia dan juga memperbaiki efisiensi ekonomi," kata Sri Mulyani di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Adapun langkah yang dilakukan pada sisi penerimaan negara dilakukan melalui reformasi perpajakan sehingga memberikan dampak kepercayaan yang makin baik terhadap pengelolaan APBN. Hal ini juga disampaikan dalam S&P sebagai suatu yang menyebabkan stabilitas pengelolaan keuangan negara.

"Bahkan dalam situasi negara mengalami turn off trade shock karena harga komoditas maupun kondisi negara maju yang mengalami pelemahan," jelasnya.

Sri Mulyani melanjutkan, S&P juga menghargai Indonesia dari sisi pengelolaan utang yang diperkirakan akan stabil. Pemerintah pun diyakini akan berupaya mengurangi defisit APBN sehingga memberikan konfiden terhadap future dari kondisi APBN kita.

"Mereka juga melihat bagaimana upaya pemerintah memperbaiki penerimaan perpajakan, yang kami iringi dengan berbagai macam langkah reformasi. Pertama dengan tax amnesty dan kedua dengan langkah makin efektifkan dalam identifikasi potensi perpajakan, langkah sinergis antara pajak dan bea cukai untuk bisa mendapatkan penerimaan negara tanpa menyebabkan perekonomian kita mengalami tekanan," tutupnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini