Image

Dapat 2 Kabar Bahagia, Sri Mulyani Pede Investasi Asing Banjiri Indonesia

Dedy Afrianto, Jurnalis · Jum'at 19 Mei 2017, 19:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 05 19 20 1695549 dapat-2-kabar-bahagia-sri-mulyani-pede-investasi-asing-banjiri-indonesia-bqCSZ3kHV0.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hari telah menetapkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk pemerintah pusat. Opini ini diberikan untuk Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) pada 2016.

Pada hari ini, lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) juga memberikan rating layak investasi alias investment grade kepada Indonesia. Rating ini diberikan seiring dengan stabilitas keuangan Indonesia yang terus terjaga.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dua hal ini dapat memberikan pengaruh positif bagi investasi asing di Indonesia. Kendati demikian, Sri Mulyani tak menargetkan besaran investasi yang diraih berdasarkan dua hal ini.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan 5,1%. Namun seperti hari ini disampaikan di DPR bahwa 2018 kita berharap range meningkat antara 5,4-5,6%. Untuk itu butuh investasi dari dalam dan luar negeri. Saya tidak targetkan berapa, tapi dengan adanya LKPP WTP dan rating bagus ini akan memberikan dampak psoitif terhadap persepsi investasi di Indonesia, dan akan bisa memicu keputusan investasi baik investor dalam negeri melalui capital market, pendanaan perbankan, atau pendanana korporasi sendiri," kata Sri Mulyani di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Diharapkan, nilai investasi dapat terus meningkat melalui berbagai sektor. Pemerintah pun akan terus berupaya agar investasi di Indonesia dapat mengalami peningkatan.

"Dengan adanya hasil yang positif dari dua hali ini, memberikan keyakinan positif, sehingga perusahaan akan memiliki keputusan yang bisa meningkatkan tingkat investasi di indonesia," jelasnya.

Perbaikan pada berbagai sektor akan terus dilakukan oleh pemerintah. Termasuk di antaranya adalah pada sektor kemudahan berbisnis.

"Dari asing, kita akan terus perbaiki dari dua hal ini termasuk keinginan kita meningkatkan EODB (Ease of Doing Business), sehingga arus modal dari luar negeri untuk investasi dan ciptakan tenaga kerja jadi meningkat. Kita akan terus melakukan upaya terbaik," ungkapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini