Image

RI Raih Investment Grade dari S&P, Sri Mulyani: Jadi Motivasi

Dedy Afrianto, Jurnalis · Jum'at 19 Mei 2017, 21:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 19 20 1695627 ri-raih-investment-grade-dari-s-p-sri-mulyani-jadi-motivasi-1pYQ7wx1Zi.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) akhirnya memberikan rating layak investasi alias investment grade kepada Indonesia. Rating ini diberikan seiring dengan stabilitas keuangan Indonesia yang terus terjaga.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, capaian ini turut menjadi motivasi bagi pemerintah. Utamanya untuk meningkatkan layanan bagi investor di Indonesia.

"Justru ini memberi motivasi bahwa kita bisa mencapai pembangunan dengan akuntabilitas yang baik sehingga masyarakat percaya bahwa tujuannya untuk mengabdi. Ini apa yang disebut pengakuan tadi," kata Sri Mulyani di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Sri Mulyani pun berharap bahwa nantinya program dari pemerintah juga dapat memberikan dampak bagi masyarakat kecil. Utamanya untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran.

"Kita berharap tujuan pembangunan, kemiskinan bisa turun menjadi di bawah 10%, dan IPM kita bisa meningkat, gini rasio bisa turun ke 0,38, dan kita berharap kesempatan kerja bisa tercipta dengan tingkat pengangguran yang makin rendah," jelasnya.

Melalui peringkat ini, Sri Mulyani berharap juga akan memberikan dampak positif kepada investasi di Indonesia. Termasuk peningkatan kepercayaan dari investor dalam dan luar negeri. Dengan begitu, dampak peningkatan rating ini bisa dirasakan oleh masyakarat.

"Lalu untuk pajak tetap bisa kita pungut dan belanjakan dengan baik dan masyarakat bisa nikmati dengan air bersih, jalan baik, sekolah kita bangun, guru-guru yang kita bayar gajinya, kesehatan yang kita bayarkan ke masyarakat , dan pelayanan yang lebih baik. Itu semua bisa dinikmati masyarakat," jelasnya.

Sri Mulyani pun memastikan bahwa dampak dari peningkatan rating ini tidak hanya dirasakan oleh kalangan masyarakat kelas menengah ke atas. Masyarakat kelas menengah ke bawah juga diyakini dapat merasakan dampaknya dalam jangka panjang.

"Saya rasa tidak hanya dinikmati yang disebutkan lembaga keuangan. Dengan kepercayaan, kita bisa mampu untuk makin meningkatkan ruangan bagi belanja negara yang makin produktif untuk pengurangan kesenjangan dan kemiskinan," pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini