Image

6 Cara Jitu Jaga Kondisi Keuangan Pasca PHK

Agregasi Sabtu 20 Mei 2017, 06:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 19 320 1695064 6-cara-jitu-jaga-kondisi-keuangan-pasca-phk-dkTbqAAsF0.jpg ilustrasi

TERJADINYA PHK yang saat ini marak terjadi di Negara kita adalah salah satu dari efek tidak stabilnya perekonomian Negara, bahkan dunia saat ini. sementara itu, pihak asing semakin banyak yang bermunculan di Negara kita, membuat sejumlah perusahaan baru yang berkualitas. Dalam hal ini, terjadi persaingan yang sudah tentu lebih unggul pihak asing dibandingkan pihak lokal Negara kita, kita belum siap menghadapi persaingan dengan keadaan SDM yang masih terbatas.

Karena masalah inilah, banyak perusahaan terpaksa menutup sebagian cabang usahanya dan mengakibatkan terjadinya PHK (pemutusan hubungan kerja) terhadap karyawanya. PHK sendiri tentu membuat rugi pihak perusahaan, terutama pihak karyawan itu sendiri. Keadaan keuangan karyawan yang di PHK tentu harus dipikirkan. Kehidupan mereka masih harus berlanjut kedepanya.

Apa saja hal yang sebaiknya dilakukan dalam mengatur keuangan pasca PHK, supaya bisa awet hingga mendapat pekerjaan baru lagi, berikut ulasanya :

1. Jangan Panik dan Bingung karena PHK

Memang benar, terjadinya PHK ini tentu menjadi beban masalah yang cukup besar bagi beberapa karyawan, masalahnya kebutuhan mereka masih banyak, sementara setelah PHK, mereka masih harus memenuhi kebutuhan mereka tersebut. Walaupun ini suatu beban, usahakan hal ini tidak sampai membuat anda panik dan bingung. Cobalah untuk lebih tenang dan berpikir hal apa yang bisa dilakukan untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan, paling tidak hingga mendapat pekerjaan baru.

2. Lakukan Analisis Pengeluaran

Setelah PHK, anda tidak harus melakukan analisis pengeluaran secara keseluruhan, karena mungkin anda sudah harus mulai berhemat dengan maksimal. Cukup lakukan analisis terhadap pengeluaran diri sendiri terlebih dulu. Coba perhatikan, apakah pengeluaran sendiri ini masih bisa dibuat lebih hemat lagi? Masalah akan sedikit lebih rumit jika anda juga memiliki kewajiban cicilan. Cobalah untuk berhemat, agar bisa menutupi cicilan tersebut.

3. Melunasi Utang Konsumtif

Ini peringatan bagi anda yang mungkin sudah kena PHK, dan kebetulan masih memiliki utang konsumtif yang tentunya harus dilunasi. Pikirkan terlebih dulu untuk melunasi utang yang konsumtif. Mulai lunasi utang dari yang memiliki suku bunga paling tinggi, karena nilai utangnya bisa terus bertambah.

4. Alokasikan Uang Pesangon

Saat terkena PHK, biasanya anda akan menerima uang pesangon. Sebaiknya, anda belajar untuk mengalokasikan pos biaya kebutuhan hidup dari hasil uang pesangon tersebut. Alokasikan Uang tersebut minimal untuk dua tahun. Jika ingin bisa lebih menguntungkan, buatlah rencana untuk membuka usaha kecil yang menguntungkan.

5. Cari Pekerjaan Paruh Waktu

Setelah di PHK, keadaan keuangan akan kurang stabil, sementara kebutuhan masih sangat banyak. Anda tidak bisa berdiam diri saja, cobalah untuk bekerja lagi, menjadi pekerja paruh waktu misalnya. Pekerjaan yang tidak terikat kontrak ini, bisa dilakukan secara online maupun offline. Sebelum memulai kerja paruh waktu ini, cobalah untuk memiliki keahlian khusus terlebih dulu, karena biasanya skill pekerja paruh waktu sangat spesifik.

6. Tidak Usah ikut Investasi Abal-abal

Uang pesangon yang diberikan saat PHK, bisa jadi merupakan uang terakhir yang harus digunakan sehemat mungkin. Dalam keadaan seperti ini, sebaiknya jangan tergiur dengan tawaran uang yang bisa lebih banyak, asalkan berinvestasi terlebih dulu. Tidak masalah jika memang Investasinya resmi dan jelas keuntunganya, jika investasinya abal-abal, sebaiknya anda hindari hal tersebut.

Lebih Hemat dan Segera Dapatkan Pekerjaan Baru

Mungkin setelah PHK, kita menerima uang pesangon dan bisa beristirahat dulu untuk sementara waktu. Namun, anda harus ingat bahwa kebutuhan semakin bertambah nantinya. Sebaiknya segera cari pekerjaan baru yang sesuai keahlian anda, paling tidak cobalah untuk berwirausaha. Atur uang yang tersisa dengan baik, dan cobalah untuk hidup lebih hemat lagi.

(dnb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini