Image

Menilik Bursa Efek Indonesia, yang Lahir sejak Zaman Penjajahan Belanda

Fakhri Rezy, Jurnalis · Sabtu 20 Mei 2017, 06:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 19 320 1695524 menilik-bursa-efek-indonesia-yang-lahir-sejak-zaman-penjajahan-belanda-ljNdHm0D3Y.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pasar modal telah lama ada di Bumi Nusantara tercinta ini. Hal tersebut ditandai dengan berdirinya Bursa Efek pertama yang dibentuk pemerintah Hindia Belanda di Batavia di 1912.

Karena Didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda maka tentu saja bursa tersebut diperuntukan bagi kepentingan pemerintah Hindia Belanda yang saat itu menjajah Indonesia. Perkembangan pasar modal Indonesia, saat masa penjajahan cukup mencengangkan, yaitu perekonomian bergerak dalam situasi bahaya perang.

Mengutip laman buku ‘Tanya Jawab Pasar Modal’ karangan Hendy M Fakhruddin, pada abad ke-19 dalam upaya meningkatkan perekonomian Indonesia, pemerintah Hindia Belanda membangun perkebunan secara besar-besaran. Pengembangan perkebunan dan perdagangan pada umumnya memerlukan pembiayaan yang cukup besar. Salah satu sumber pendanaan diperoleh dari para penabung yang sebagian besar orang-orang Belanda dan Eropa lainnya.

Untuk menghimpun dana tersebut pengusaha-pengusaha Hindia Belanda mendirikan Vereniging Voor de Effecten di Batavia dan sekaligus memulai perdagangan Efek pada tanggal 14 Desember 1912.

Efek yang diperdagangkan pada masa itu adalah saham atau obligasi perusahaan perkebunan Hindia Belanda yang beroperasi di Indonesia. Dengan semakin berkembangnya pasar modal tersebut, kemudian Bursa Efek Dibuka juga di Surabaya pada tanggal 11 Januari 1925 dan di Semarang pada tanggal 1 Agustus 1925.

Ketika suhu politik di Eropa meningkat pada awal 1939, pemerintah Hindia Belanda memusatkan perdagangan bursa efek di Jakarta dan menutup bursa efek di Semarang dan Surabaya.

Ketika Perang Dunia II berkecamuk, bursa efek di Jakarta juga ditutup pada tanggal 10 Mei 1940.

Pada 1949, pemerintah Hindia Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Di tahun selanjutnya, yaitu 1950, pemerintah menerbitkan Obligasi Republik Indonesia serta mendorong keinginan untuk mengaktifkan kembali Bursa Efek Indonesia dengan tujuan untuk mencegah mengalirnya efek-efek ke luar negeri.

Pada 1958, kegiatan bursa terhenti akibat inflasi dan keadaan perekonomian yang tidak menentu. Pada 1976 kembali aktif lagi pasar modal Indonesia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini