Image

Kementerian ESDM Mulai Lelang 15 Wilayah Kerja Pengguna Skema Gross Split

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 19 Mei 2017, 20:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 19 320 1695567 kementerian-esdm-mulai-lelang-15-wilayah-kerja-pengguna-skema-gross-split-sAfeydK8Uz.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Bertepatan dengan penutupan acara Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2017 (IPA Convex 2017), pemerintah mengumumkan penawaran wilayah kerja minyak dan gas bumi baru 2017. Jumlah wilayah kerja yang ditawarkan adalah 10 wilayah kerja konvensional dan lima wilayah kerja nonkonvensional.

Berdasarkan keterangan tertulis Kementerian ESDM, Jumat (19/5/2017), 15 wilayah kerja baru migas tersebut ditawarkan melalui mekanisme penawaran langsung dan lelang reguler.

Untuk penawaran wilayah kerja minyak dan gas bumi konvensional yang dilakukan langsung atau direct offer, yakni Andaman I di Lepas Pantai Aceh dengan luas wilayah kerja 7.346 km2, Andaman II di Lepas Pantai Aceh 7.399,85 km2, South Tuna di Lepas Pantai Natuna 7.827,09 km2, Merak Lampung di  Lepas Pantai dan Daratan Banten-Lampung 5.104,17 km2.

Kemudian, Pekawai di Lepas Pantai Kalimantan Timur 7.775,83 km2, West Yamdena di Lepas Pantai dan Daratan Maluku 8.209,96 km2, dan Kasuri III di Daratan Papua Barat 752,39 km2.

Kemudian untuk lelang reguler di wilayah kerja konvensional dilakukan di Tongkol di Lepas Pantai Natuna, 583,98 km2, East Tanimbar di Lepas Pantai Maluku 8.242,81 km2, dan Mamberamo di Daratan dan Lepas Pantai Papua dengan luas wilayah kerja 7.783 km2.

Adapun jadwal lelang wilayah kerja migas konvensional meliputi akses dokumen lelang mulai 29 Mei 2017 dan pengembalian dokumen partisipasi paling lambat pada 17 Juli 2017 (untuk lelang penawaran langsung) dan 26 September 2017 (untuk lelang reguler).

Selain penawaran 10 wilayah kerja konvensional, pemerintah juga melakukan penawaran wilayah kerja nonkonvensional. Untuk penawaran langsung dilakukan di MNK Jambi I di Onshore Jambi 2.823,93 km2, Shale Hydrocarbon,  MNK Jambi II di Onshore Jambi &Sumatera Selatan 1.622,35 km2, Shale Hydrocarbon dan GMB West Air Komering di Onshore Sumatera Selatan 1.085,00 km2, CBM.

Untuk lelang reguler di GMB Raja di Onshore Sumatera Selatan 580,50 km2, CBM dan GMB Bungamas di Onshore Sumatera Selatan 483,60 km2, CBM.

Jadwal lelang wilayah kerja nonkonvensional ini meliputi akses dokumen lelang mulai 29 Mei 2017 dan pengembalian dokumen partisipasi paling lambat pada 12 Juli 2017 (untuk lelang penawaran langsung) dan 25 September 2017 (untuk lelang reguler).

Seluruh wilayah kerja yang ditawarkan pada penawaran WK 2017 ini merupakan suatu terobosan baru menggunakan skema kontrak bagi hasil gross split sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 8 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split.

Ketentuan besaran bagi hasil yaitu base split antara pemerintah dan kontraktor yang diterapkan adalah sebesar 57% banding 43% untuk minyak dan 52% banding 48% untuk gas. Base split ini akan disesuaikan dengan kondisi aktual lapangan nanti pada saat pengembangan lapangan melalui adjustment pada komponen variabel maupun progresif.

Persyaratan minimal dalam kegiatan eksplorasi (firm commitment tiga tahun pertama kontrak) untuk wilayah kerja konvensional disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah kerja. Jika ketersediaan data sudah mencukupi, persyaratan wajib dilakukan pembuktian prospek melalui pemboran sumur. Namun apabila ketersediaan data wilayah kerja belum mencukupi, persyaratan minimal dalam komitmen eksplorasi adalah seismik 2D atau 3D. Sedangkan persyaratan minimal untuk komitmen eksplorasi pada wilayah kerja nonkonvensional adalah mewajibkan pemboran sumur eksplorasi pada masing-masing wilayah kerja.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini