Image

Jelang Ramadan, Harga Bawang Putih Masih Bertahan di Rp55 Ribu/Kg

Arsan Mailanto, Jurnalis · Sabtu 20 Mei 2017, 06:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 19 320 1695572 jelang-ramadan-harga-bawang-putih-masih-bertahan-di-rp55-ribu-kg-gDHVSE8X2a.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

BANGKA - Sepekan menjelang Ramadan 2017, harga sejumlah kebutuhan pokok di Indonesia masih belum stabil. Hampir semua komoditi harga pangan mengalami kenaikan cukup signifikan meskipun tipis.

MMSI Kepala Biro Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Sudarman mengatakan, komoditi bawang putih mengalami kenaikan cukup signifikan. Cenderung naik, saat ini harga bawang putih naik signifikan kisaran Rp52 ribu hingga Rp55 ribu. 

"Hal ini disebabkan karena pasokan impor dari China agak berkurang. Jadi untuk harga kebutuhan pokok yang lain juga naik merambat disebabkan mulai meningkatnya permintaan," ujarnya saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (19/5/2017).

Dia mengungkapkan, untuk persentase kenaikan harga bawang putih sekira 20%, sedangkan daging sapi masih relatif stabil pada harga Rp110 ribu sampai Rp120 ribu.

"Sedangkan untuk daging beku HET Rp80 ribu, komoditi ayam ras naik hampir 10% dari harga semula Rp32 ribuan, ikan sedikit merambat naik, dan beras masih stabil sebab pasokan cukup hingga lebaran Hari Raya Idul Fitri," kata Sudarman. 

Tak hanya itu, pihaknya juga menekankan agar oknum yang tidak melakukan penimbunan sembako dan tidak sewenang-wenang memainkan harga.

Dijelaskan Sudarman, saat ini sudah dibentuk satgas pangan yang dipimpin oleh Dirkrimsus Polda Babel. Selain itu, ada MoU dengan pihak distributor untuk menjual sesuai HET untuk tiga kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, dan daging sapi beku. 

"Maka dari itu, tidak ada lagi oknum yang melakukan penimbunan untuk menaikkan harga, misalnya menaikkan harga di luar batas kewajaran," sambungnya. 

"Selain itu kita juga sudah menyiapkan SE Gubernur untuk kepala daerah sampai dengan kades guna mengawasi praktik perdagangan yang di luar normal dan melaporkan segera ke satgas tersebut," imbuh Sudarman. 

Lebih lanjut dijelaskannya, semua organisasi pemerintah daerah (OPD) terkait dengan perdagangan menggerakkan tim kelapangan untuk memantau harga termasuk URC (Unit Reaksi Cepat Perindag) mengantisipasi lonjakan harga. Dishub di minta untuk mengatasi Bottle Neck di pelabuhan dan bandara demi memprioritaskan kebutuhan pokok.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini