Image

Tak Ada yang Melindungi, Bagaimana Nasib Konsumen Perumahan?

Trio Hamdani, Jurnalis · Jum'at 19 Mei 2017, 12:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 19 470 1694876 tak-ada-yang-melindungi-bagaimana-nasib-konsumen-perumahan-Mx9Pi3cx2p.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Guna melindungi konsumen di bidang perumahan, badan atau lembaga pengawas pengembang perumahan dianggap penting. Sebab, tak jarang ada pengembang yang berbuat nakal kepada konsumennya.

"Jadi yang pertama memang sektor properti itu enggak ada yang ngawasin. Yang namanya Kemenpera (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) kan hanya mengawasi rumah yang bersubsidi kan," kata Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira ketika dihubungi Okezone di Jakarta.

Sementara itu, sektor properti yang dikembangkan oleh pihak swasta, menurut Bhima belum ada pihak yang bertugas untuk mengawasi pengembang dan melindungi konsumen di bidang jual beli rumah.

"Sektor properti yang ditangani oleh swasta kan enggak ada yang mengawasi. Jadi memang seharusnya ada badan pengawas khusus untuk developer tadi kan," tuturnya.

Badan pengawas dirasa perlu, sebab dia menilai banyak praktik di lapangan yang membuat konsumen perumahan menjadi pihak yang dirugikan dikarenakan pengembang-pengembang yang tidak bekerja secara profesional.

"Karena banyak (rumah) yang harganya tidak sesuai dengan spesifikasinya kan. Rumahnya ternyata bener-bener sempit banget padahal dia udah DP tapi ternyata rumahnya udah dibangun udah jadi, enggak sesuai harapan," ujarnya.

Ketika hal-hal semacam itu terjadi, konsumen tak memiliki wadah untuk menuntut haknya. Sebab selama ini memang belum ada badan yang secara serius menangani persoalan dalam jual-beli properti khususnya properti rumah tinggal.

"Dia mau ngadu ke mana juga susah kan," tukasnya. (tro)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini