Image

Harga Rumah di 3 Wilayah Ini Masih Stagnan di Kuartal I

Agregasi Minggu 21 Mei 2017, 00:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 19 470 1695365 harga-rumah-di-3-wilayah-ini-masih-stagnan-di-kuartal-i-OF0tojJCOn.jpg Ilustrasi: Shutterstock

Jakarta - Harga rumah di kawasan Bekasi, Depok, dan Bogor sepanjang kuartal I-2017 masih belum bergerak naik secara signifkan. Data Rumah.com Property Index mengungkapkan bahwa dari ketiga wilayah di pinggir ibu kota tersebut, median harga rumah masih berada di bawah Rp7,5 juta per meter persegi. Dengan infrastruktur yang terus berkembang, harga perumahan di kawasan Bekasi relatif lebih tinggi dibandingkan dua wilayah lainnya.

“Data dalam Rumah.com Property Index sangat berguna untuk mendukung transparansi dalam industri properti. Dengan data-data ini, para pencari hunian dapat memiliki referensi harga saat berusaha menemukan rumah idaman,” ujar Wasudewan, Country Manager Rumah.com.

Analisis dalam Rumah.com Property Index berdasarkan 400.000 listing yang diakses oleh 3,4 juta pengunjung yang membuka 17 juta halaman properti setiap bulan di Rumah.com.

Sepanjang 2016, Bekasi mengalami kenaikan median harga di setiap kuartal rata-rata 2,16%. Namun pada kuartal I-2017, pada rentang harga secara keseluruhan Bekasi tidak mengalami kenaikan sehingga stagnan di median harga Rp7,5 juta per meter persegi. Kestabilan harga di pinggir timur Jakarta ini boleh jadi disebabkan infrastruktur tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) yang direncanakan akan beroperasi akhir 2017. Selain itu, pembangunan Light Rapid Transit Bekasi-Cawang juga mendorong minat para pencari hunian untuk melirik Bekasi.

“Di awal 2017 ini, harga perumahan di kawasan Bekasi relatif stabil. Namun seiring perkembangan pembangunan tol Becakayu dan LRT, harga hunian di Bekasi mungkin akan terkerek naik, terutama setelah melewati Lebaran. Saat ini sudah terlihat indikasi kenaikan harga untuk rumah di kisaran Rp350 juta hingga Rp600 juta. Median harga di rentang tersebut masih sekira Rp6,06 juta per meter persegi pada kuartal IV-2016 lalu namun pada kuartal I-2017 kemarin telah mencapai Rp6,15 juta per meter persegi,” tambah Wasudewan.

Sementara itu, median harga rumah di kawasan Depok masih berada pada kisaran Rp6 juta per meter persegi. Pada akhir 2016, terjadi kenaikan median harga sekira 6,48%. Namun pada kuartal pertama tahun ini, median harga rumah di Depok kembali pada level Rp6,25 juta per meter persegi.

“Pembangunan jalan Tol Depok-Antasari (Desari) serta masuknya pengembang besar ke Depok seperti Agung Podomoro Group yang mengembangkan proyek bernilai triliunan dapat meningkatkan pamor Depok pada saat ini,” tambah Wasudewan.

Secara keseluruhan untuk median harga rumah di Bogor juga mengalami penurunan pada kuartal IV-2016 dan kuartal I-2017. Dari Rp. 6,04 juta per meter persegi menjadi 5,89 juta per meter persegi. Sedangkan rumah pada kisaran Rp 800 Juta–Rp 1 Miliar di Bogor, tercatat kenaikan pada kuartal I-2017 ini, median harga mencapai Rp7,36 juta per meter persegi. Angka ini naik 0,54% dari Rp7,32 juta per meter persegi pada kuartal IV-2016.

“Pembangunan LRT untuk Bogor memang diharapkan dapat menjadi magnet penting untuk mendorong minat para pencari hunian terhadap daerah ini, khususnya bagi para komuter yang bekerja di Jakarta. Namun Bogor juga memiliki kawasan industri seperti Cibinong Center Industrial Estate dan Bogorindo, sehingga kawasan ini juga menarik bagi pekerja di kawasan tersebut. Karena itu, akan adanya Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) akan sangat menarik bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi ke arah Sukabumi. Tol ini bisa menghemat waktu tempuh akibat kemacetan saat ini yang bisa memakan waktu 4-5 jam menjadi sekira 1 jam saja,” jelasnya. (tro)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini