Image

Hore! Sumut Dapat Tambahan 240 Mw dari Kapal Listrik Turki

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 20 Mei 2017, 13:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 20 320 1695890 hore-sumut-dapat-tambahan-240-mw-dari-kapal-listrik-turki-r5oivLnqu1.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

MEDAN – Kapal pembangkit listrik Marrine Vessel Power Plant (MVPP) terbesar di dunia yang berangkat dari Turki sudah berada di perairan Belawan.

Kehadirannya akan membantu mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara. Kapal ini merupakan program pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan elektrifikasi kelistrikan di semua daerah di Indonesia.

Kedatangan kapal ini sekaligus masih dalam program pengadaan listrik 35.000 mw yang dicanangkan pemerintah. General Manager Pembangkitan Listrik PLN Wilayah Sumatera bagian utara (Sumbagut) Sugianto mengatakan, kapal ini disewa PLN selama lima tahun dan sudah sampai di perairan Belawan. Namun dia belum bisa memastikan kapan kapal dapat bersandar di Pelabuhan Belawan.

Kapal ini merupakan kapal super besar dan berbeda dengan MVPP yang sebelumnya sudah sampai di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dimensi kapal sekitar 300 meter dengan lebar 50 meter dan berkapasitas 480 megawatt (mw). Namun PLN menyewa kapal ini selama lima tahun dengan penggunaan 240 mw.

“Kalau diperkirakan, tambahan cadangan listrik dari kapal ini bisa dioperasikan penuh setelah lulus uji, sekitar 3 Juni mendatang,” tuturnya.

Dia melanjutkan, selama ini Sumbagut mengalami defisit kelistrikan saat beban puncak, yakni pukul 18.30-21.30 WIB. Apalagi kini di Sumbagut yang meliputi Aceh dan Sumut, listrik sudah menjadi satu kesatuan.

Berdasarkan hitungan, cadangan listrik yang dimiliki PLN saat ini hanya sebesar 6%. Dengan banyak gangguan dan defisit, kondisi cadangan listrik di Sumbagut menjadi tidak ideal. Angka idealnya sekitar 30%. “Kalau sekarang kebutuhan listrik di Sumut sekitar 2.000 mw, kami punya cadangan listrik sekitar 600 mw. Dengan kedatangan Kapal MPVV, ada tambahan pasokan 240 mw,” katanya.

Sementara itu jika ditotal cadangan listrik yang datang ini masih sekitar 12,5% dan sebenarnya belum memenuhi cadangan ideal. “Saat beroperasi nanti, jadi sekitar 18% cadangan listrik PLN,” sebut dia.

Pasokan listrik di Sumbagut juga akan bertambah lagi pada Oktober atau November mendatang sekitar 100 mw. Ini didapat dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sarulla 2, Tapanuli Utara. Pada 2018 direncanakan akan masuk lagi tambahan cadangan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu, Langkat sebanyak 200 mw.

“Jadi diperkirakan semua cadangan listrik ini masuk pada 2018 sudah ideal cadangan listrik di Sumbagut. Namun dengan catatan pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat tidak naik secara ekstrem,” ucapnya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut berharap dengan adanya kapal ini dapat memenuhi kebutuhan listrik warga Sumut. Sayangnya Irman tidak mengetahui kapan kapal pembangkit listrik ini dioperasionalkan oleh PLN. Pihaknya berharap PLN segera mengoperasionalkannya sebelum masuk bulan suci Ramadan sehingga masyarakat Sumut yang akan menjalankan ibadah puasa tidak terganggu adanya pemadaman listrik.

“Untuk pastinya kapan dioperasionalkan kami memang belum tahu, begitu juga apakah kapal ini nanti akan langsung disambut dan diterima oleh pak gubernur, kami juga masih menunggu informasi dari PLN,” paparnya.

Sebelumnya Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi berada di Turki untuk melepas Kapal MVPP pada Sabtu (22/4) lalu. Dikatakan Erry, kehadiran kapal pembangkit listrik ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam upaya mengatasi persoalan kelistrikan, khususnya di Sumut.

 

PLN Tambah 283 Mw dari Pembangkit EBT

Sementara itu PLN terus menggenjot pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk membantu meningkatkan rasio elektrifikasi di daerah yang belum berlistrik. Salah satu langkah PLN adalah melakukan penandatanganan 37 nota kesepahaman(MoU) dan 2 power purchase agreement (PPA) dengan pengembang EBT.

“MoU ini juga untuk mengejar target pemanfaatan 23% EBT untuk pembangkit listrik,” ujar Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Amir Rosidin di melalui keterangan tertulisnya kemarin.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, terbitnya Permen ESDM No 12 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber EBT untuk Penyediaan Tenaga Listrik dan Kepmen ESDM No 1404 Tahun 2017 tentang Besaran Biaya Pokok Produksi (BPP) PLN merupakan momentum yang tepat bagi PLN untuk mengembangkan pembangkit EBT. Merujuk pada MoU tersebut, kapasitas listrik yang akan dibangun memanfaatkan EBT mencapai 283 megawatt (mw). Perinciannya, PLTM sebesar 150 MW, PLT Biomass (55 mw), PLT Biogas (71 mw), dan PLTS (7 mw).

Seluruh proyek tersebut ditargetkan selesai dalam kurun waktu 18-24 bulan ke depan. Amir menambahkan, selain untuk melistriki Nusantara dengan energi baru dan terbarukan, pembangunan pembangkit EBT juga diharapkan dapat menurunkan biaya pokok produksi (BPP) listrik.

“Permen ESDM No 12 Tahun 2017 disambut baik oleh para pengembang, hal ini bisa terlihat dari banyaknya pengembang yang terlibat dalam penandatanganan MoU hari ini,” ujar Amir.

Saat ini pembangkit EBT di Regional Sumatera sudah mencapai 1.506 mw atau 18% dari total kapasitas pembangkit terpasang. Diharapkan pada 2025 nanti persentase pemanfaatan EBT bisa mencapai target 23%.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini