Image

RAHASIA SUKSES: Terinspirasi dari Disney, Bos Airbnb Sukses Kembangkan Bisnis

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Sabtu 20 Mei 2017, 18:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 20 320 1695950 rahasia-sukses-terinspirasi-dari-disney-bos-airbnb-sukses-kembangkan-bisnis-VhqCBX1kRe.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Berkembangnya internet secara masif telah membuat banyak perusahaan startup berbasis aplikasi. Meski demikian, tidak semua perusahaan startup tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat luas.

CNBC pun mencatat ada 50 perusahaan yang inovasinya dianggap dapat mengubah gaya hidup masyarakat saat ini. Di posisi pertama, adalah Air Bed and Breakfast atau yang lebih dikenal dengan nama Airbnb, sebuah portal yang menyediakan akomodasi penginapan.

Namun, berbeda dengan akomodasi hotel dan tempat menginap lainnya, Airbnb menyediakan penginapan layaknya kos-kosan, yang menghubungkan antara orang yang ingin menyewakan rumah atau apartemennya, dengan para pelancong yang mencari tempat tinggal untuk beberapa hari, dengan demikian tarifnya pun dapat lebih murah ketimbang di hotel.

Airbnb didirikan oleh Brian Chesky, seorang pengusaha Amerika yang melihat sebuah gagasan sederhana yang muncul dari kebutuhan yang paling mendasar, papan. Sebelum memasuki dunia bisnis, Brian belajar dan memperoleh gelar di bidang desain dari Rhode Island School of Design (RISD).

Setelah lulus, dia terus mengembangkan diri untuk karya seni, dia sangat jarang terlihat tanpa buku sketsa dan pena. Dia mulai menjalankan usaha ketika masih berkuliah di RISD, kala itu dia menjalankan tim hoki, NADS, bersama dengan teman-temannya di RISD.

Namun, tim tersebut akhirnya dibubarkan, meski begitu dia tetap bekerja untuk mengubahnya menjadi sebuah merek. Dia pun membuat re-branding dan memunculkan Scrotie, maskot RISD, yang terkenal sebagai logo tim sebagai logo perusahaan.

Brian pun mengembangkan gagasan dasar untuk Airbnb pada 2008, saat itu dia tinggal di sebuah apartemen. Kala itu, terdapat sebuah konferensi desain lokal di kota. Akibat konferensi tersebut, semua hotel di sekitar apartemennya penuh, bahkan hotel-hotel di kota lainnya juga penuh, sementara para peserta konferensi masih banyak yang membutuhkan penginapan.

Brian pun melihat kesempatan ini dan mengusulkan kepada teman sekamarnya untuk menyewakan tempat mereka pada para tamu konferensi ini, lantaran mereka berdua dalam situasi keuangan yang sulit setelah lulus kuliah. Ketika mereka melihat kebahagiaan di wajah tamu mereka saat membayar uang sewa, mereka memutuskan untuk menerapkan ide ini lebih maju.

Pada akhirnya, kebutuhan untuk menghasilkan uang jugalah yang menyebabkan Brian mengembangkan Airbnb, yang tumbuh menjadi peluang besar bagi wisatawan maupun para para penyedia tempat tinggal. Menurut Brian, dalam mengembangkan Airbnb dia terinspirasi oleh biografi Walt Disney, terutama bab yang menggambarkan produksi Snow White.

Dia menjelaskan, cara Disney untuk menciptakan karakter yang selalu memerhatikan pendapat para penontonnya ketimbang merasa dikritik, telah membuat dia terus maju dengan idenya. Oleh karena itu, dia pun membuat desain storyboard dalam proyeknya, yang menggambarkan pengalaman perjalanan yang sempurna baik bagi tamu maupun untuk tuan rumahnya.

Faktor lain yang membuat Brian sukses adalah pendekatannya terhadap desain proyeknya. Dia lebih fokus pada jenis layanan yang diinginkan oleh pelanggan, bukan ide yang dikembangkan oleh para pengembang. Dia lebih suka mengembangkan sesuatu yang disukai 100 orang, ketimbang harus membuat 1 juta produk yang belum tentu disukai masyarakat.

Brian pun menginvestasikan sebagian besar waktunya, bersama dengan timnya, berkeliaran di jalanan, dan mengumpulkan feedback dari orang-orang tentang apa yang mereka harapkan dari layanan semacam itu. Dengan demikian, semua upayanya diinvestasikan dalam bentuk wawasan, saran dan keluhan dari pelangganlah yang membentuk situs ini sangat populer.

Pada September 2016, perusahaan tersebut mengumpulkan USD555 juta dengan valuasi mencapai USD30 miliar, diperkirakan pendapatan mereka mencapai USD850 juta. Selain itu, dia pun mengurangi bias di antara sang pemilik rumah, dengan meminta mereka untuk menandatangani sebuah kebijakan nondiskriminasi baru.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini