Image

Menhub Minta Pengoperasian LRT Palembang Lebih Cepat

ant, Jurnalis · Sabtu 20 Mei 2017, 18:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 20 320 1696042 menhub-minta-pengoperasian-lrt-palembang-lebih-cepat-aoWyUOJzba.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

PALEMBANG - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kereta api ringan atau Light Rail Transif (LRT) di Kota Palembang bisa beroperasi lebih cepat dibandingkan dengan target agar masih ada waktu pembenahan jika ada permasalahan saat resmi beroperasi.

"Dari peninjauan saya tadi, ada catatan bahwa ada kepastian pembangunan akan terlaksana Juni 2018, namun saya minta dipercepat. Misalnya, dimajukan satu bulan," kata Budi usai meninjau proyek pembangunan LRT di Palembang, Sabtu (19/5/2017).

Ia mengatakan, jika beroperasi lebih cepat maka pihak operator masih bisa mengantisipasi jika ada sesuatu yang menghambat operasional LRT pertama di Indonesia itu.

Menurut dia, saat ini beberapa bagian rel LRT sudah datang sehingga pekerjaan konstruksi bisa dipercepat lagi dengan menambah tenaga kerja.

"Kalau tenaga kerja lebih bayak, kan lebih ceat. Lagi pula, Desember nanti kan banyak hujan," katanya, menegaskan.

Ia mengatakan gerbong LRT saat ini sedang dikerjakan oleh PT Inka di Madiun dan sejauh ini dia melihat gerbong akan datang tepat waktu.

Menurut dia, gerbong LRT akan mulai dikirim pada April 2018 dan pada tahap awal akan beroperasi delapan set. Selanjutnya akan ditambah hingga mencapai 14 set.

Dia meminta pemerintah daerah untuk ikut membantu pengelolaan kawasan di sekitar stasiun untuk bisa tumbuh secara komersial.

Ia mengatakan setelah LRT beroperasi, pemerintah daerah perlu menambah jenis transportasi massal jenis bus air yang beroperasi secara terintegrasi.

Bus air, katanya, bisa menjadi sarana angkutan massal lebih murah dengan memanfaatkan Sungai Musi. Angkutan sungai juga tidak membutuhkan biaya perbaikan jalan sebagaimana bus.

"Jika ada LRT, bus massal dan bus air maka Palembang bisa menjadi yang terdepan dalam transportasi umum," ucapnya, menegaskan.

Realisasi pembangunan RLT yang menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan Kawasan Ogan Permata Indah (OPI) sepanjang 23,4 km kini telah mencapai 42% atau lebih cepat dibandingkan dengan target sebesar 36,9%.

Proyek Kementerian Perhubungan itu terdiri atas 13 stasiun, satu depo, dan sembilan gardu listrik. Proyek senilai Rp10,94 triliun ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya melalui penugasan oleh Pemerintah dengan peraturan presiden (perpres).

Selain di Sumsel, ada dua proyek LRT yang saat ini mulai dibangun, namun, LRT di Palembang yang akan beroperasi pertama. Kedua, proyek LRT itu adalah Kelapa Gading-Velodrome di Jakarta sepanjang 6 km dan LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi untuk ruas Cawang-Cibubur sepanjang 6 km.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini