nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aduh! Petani di RI Masih Gunakan Benih 20 Tahun Lalu

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 22 Mei 2017 16:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 05 22 320 1697076 aduh-petani-di-ri-masih-gunakan-benih-20-tahun-lalu-vZCQQUG9Sz.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Di Indonesia, penyediaan pangan melalui pertanian bukan usaha yang mudah. Konversi lahan-lahan pertanian produktif menjadi lahan peruntukan lain merupakan salah satu dari banyaknya tantangan di Indonesia.

Pengamat pertanian Bustanul Arifin memaparkan, tantangan lain adalah ketersediaan benih. Benih yang dipakai petani menjadi faktor rendahnya produktivitas pertanian di Indonesia.

Benih IR64 yang dibuat pada 1986 digunakan petani di Jawa Timur sebanyak 15,34%, sedangkan Inpari 13 yang dibuat pada 2009 hanya digunakan sebanyak 3,29%. Sedangkan benih padi IR42 yang dibuat 1980 masih digunakan petani di Sumatera Barat sebesar 18,25%.

“Petani kita masih mengunakan bibit dari berpuluh-puluh tahun yang lalu, sedangkan bibit yang baik diadopsi oleh petani masih sangat kecil,” ucap Bustanul dalam keterangannya, Jakarta, Senin (22/5/2017).

Penyediaan bibit atau benih di Indonesia tidak mudah dilakukan. Saat ini, lebih dari separuh kebutuhan benih Indonesia harus dipasok dari impor.

Bustanul menjelaskan, penyediaan benih sejak tahap penelitian hingga siap pakai memang butuh waktu tidak singkat. Mulai dari pemuliaan di laboratorium, uji coba di lahan terbatas lalu massal, hingga tahap produksi dan distribusi massal hingga 10 tahun.

Ketua Dewan Nasional KPA Iwan Nurdin menjelaskan, kedaulatan pangan di Indonesia sesungguhnya dijamin dalam UU 18 Tahun 2012. Namun, Indonesia masih belum dapat menerapkan kedaulatan pangan sesuai dengan undang-undang tersebut.

Berbagai faktor menghambat Indonesia belum mencapai kedaulatan pangan, salah satunya adalah produktivitas pangan rendah. "Total factor productivity (TFP) pertanian Indonesia adalah 1% sedangkan rata-rata produktivitas di negara ASEAN adalah 1,4%," ucapnya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini