Image

5 Saham Perbankan Big Caps Ini Belum Bersinar Pasca-Investment Grade

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 31 Mei 2017, 05:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 30 278 1703806 5-saham-perbankan-big-caps-ini-belum-bersinar-pasca-investment-grade-afRNZ82Sli.jpg Ilustrasi pasar modal. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor's (S&P) menyematkan rating BBB- dari sebelumnya BB+, sekaligus menempatkan Indonesia pada kategori investment grade. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun memberi respons positif, dengan mencetak rekor ke 5.820.

Tidak hanya mempengaruhi laju IHSG, kenaikan rating S&P diprediksi akan mengerek saham-saham pada sektor-sektor tertentu.

Analis Trimegah Sekuritas Gina Novrina Nasution mengatakan bahwa saham - saham sektor perbankan berpeluang menguat dengan adanya rating layak investasi dari S&P. Meskipun, saat ini sentimen S&P ke pasar modal belum nampak.

"Saat ini belum terlalu keliatan pengaruhnya, tapi pastinya sektor banking kembali menikmati," ujarnya saat dihubungi Okezone.

Gina melanjutkan, sektor perbankan telah menunjukkan tren kenaikan sejak dari awal tahun. Terutama bagi saham-saham perbankan yang memiliki kapitalisasi pasar yang besar.

Saham-saham perbankan big caps ini berpeluang menguat dalam jangka panjang dengan adanya kenaikan rating S&P. "Kalau kita lihat trennya bullish, seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBCA, dan BDMN, lebih berpeluang," paparnya.

Oleh karena itu, Gina merekomendasikan buy on weakness untuk saham-saham tersebut. Sedangkan dalam jangka pendek Gina memproyeksi saham BBNI akan bergerak di rentang suport Rp6.400 hingga resistance di Rp7.200.

"Sedangkan untuk saham BMRI akan berada di level Rp12.000 hingga Rp13.300," jelasnya.

Adapun rentang BBRI Gina memprediksi berada antara Rp13.900 sampai Rp15.300. Begitu pula saham BBCA di rentang Rp17.300 hingga Rp18.200. Terakhir, Gina memprediksi saham BDMN akan berada pada posisi Rp4.900 hingga Rp6.000.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini